Selasa, 16 Juli 2013

Borobudur Temple


Borobudur Temple (Andam, 2013)

Borobudur is the biggest temple in the world. The location of the Borobudur is in Magelang City, Central Java, Indonesia. Near from Yogyakarta, Indonesia. Two weeks ago I have visit this temple with my sister. As a Indonesian, i have visit this temple three times, the first when i was student in junior high school, the second when  i was collegian in Semarang State University, and the third last month ago. Every i was visit this temple, the temple always same. Many tourist visit this temple, foreign countries tourist or domestic tourist from Indonesia.
I am and my little sister wear batik (Andam, 2013)
Borobudur have made in eight centuries, phase Syailendra Dynasty, from Mataram Kingdom in the Java. Borobudur have made original  from stone. As one of seven wonders in the world, the building of Borobudur temple always awake the authenticity. To keep the cleanness the temple, the visitor can’t bring something that can make the building the temple broken, like felt tip marker etc. Beside that, the visitor can’t bring food, just licensed bring mineral water.
Take picture with Biksu and Biksuni from Malaysia (Andam, 2013)
To enter Borobudur area you must wear Batik, traditional shirt from Indonesia. If you don’t wear Batik, you don’t be afraid because you can borrow batik fabric with official the temple. Beside temple, in Borobudur location you also can visit museum and theater. You can also use bicycle circling the area or by horse.
Near from  Borobudur, we can find traditional market. There are sell many souvenir like henger for key, batik, bag, hat, traditional food, and others. Don’t worry, the price is very cheap for our pocket.

Jumat, 12 Juli 2013

Kurindu Suaramu



Bulan puasa tlah datang, namun tidak bagi Bapakku. Bapak orang yang selalu penuh puasanya, bulan ini tak bisa puasa akibat sakit yang dideritanya. Tak hanya itu, bulan ini pun aku tak dapat mendengar suaranya mengimami sholat dan memberi kultum. Bapak, seorang imam masjid kini hanya bisa terbaring lemah. Ketika sholat tarawih pertama, yang ku ingat hanya Bapak. Bacaan Qur’an yang dilantunkannya ketika mengimami sholat terus terngiang-ngiang. Beliaulah imam pertama yang kukenal. Tak hanya imam bagi keluarga, tapi juga bagi para jamaah dimana kami tinggal. Bahkan dulu waktu di Aceh, saat bulan puasa Bapak menjadi imam penuh selama sebulan. Bacaannya begitu indah, membuat sholat terasa tenang. Sekarang, jangankan menjadi imam buat orang lain, menjadi imam untuk dirinya sendiri pun beliau mengalami kesulitan.
Sebenarnya ku tak tega melihatnya. Ingin rasanya kumenangis, namun kumencoba untuk tegar. Kalau aku sedih, bagaimana dengan adikku yang baru mau masuk SMA, yang masih butuh banyak bimbingan, bagaimana dengan Bapak yang sedang sakit, Bapak pasti juga akan sedih. Bapak dan Ibu sering berpesan, tunjukkan yang baik-baik kepada orang, tunjukkan kalau hidupmu senang agar orang lain juga senang, buatlah hidup itu tanpa beban, mencoba ikhlas untuk setiap yang terjadi.
Ya,,,,, mungkin keluarga kami sedang di coba, mungkin juga Allah sedang membersihkan dosa-dosa Bapak. Semoga Bapak cepat sembuh.. Aamiinnn

Rabu, 03 Juli 2013

Bapak Tak Bisa Naik Sepeda Lagi


Kenangan saat Bapak bersepeda (Andam, 2012)

Bapak punya cita-cita untuk melintasi jalur Pantura (Pantai Utara) Brebes-Semarang dengan sepedanya. Namun sayang, belum sampai cita-cita itu terwujud kini Bapak tak bisa bersepeda lagi untuk selamanya karena sakit yang beliau derita. Beliau mengalami sakit ambien yang parah dan tumor usus. Kedua hal inilah yang mengharuskan beliau untuk dioperasi dua kali, bagian depan dan belakang perut bagian bawah. Sedih, ketika melihat Bapak yang lemah tak bisa kemana-mana.
Sepeda adalah kendaraan favorit Bapak sejak kecil. Sepeda telah menemani masa hidupnya. Sepedalah yang mengantarkan beliau kemana saja. Di saat hari libur, Beliau sering mengajak  putri-putrinya berkeliling Kota Pemalang dengan mengendarai sepeda. Beliau pula yang mengajari putri-putrinya bersepeda.
Beliau adalah satu-satunya guru yang mengendarai sepeda di sekolah tempat beliau mengajar. Meski begitu, Beliau tak pernah terlambat ke sekolah. Ketika ku kecil, Bapaklah satu-satunya orang di komplek yang memiliki sepeda, padahal semua tetangga kami sudah memiliki sepeda motor. Aku masih ingat betul, dulu setiap pagi Bapak harus mengayuh sepeda melewati jalanan yang naik turun demi mengantarkanku sekolah TK yang jaraknya 3 Km. Aku juga masih ingat ketika Bapak tetap mengayuh sepeda melewati jalanan itu dalam keadaan ban yang kempes.
Sungguh, aku tak tega melihatnya tak bisa bersepeda lagi.

Senin, 03 Juni 2013

Senangnya Mengajar



Sudah hampir 3 tahun saya berkecimpung dalam dunia pendidikan sejak saya PPL pada Agustus 2010 di SMPN 2 Kendal. Banyak hal yang telah  saya rasakan. Murid pertama saya adalah kelas 8C SMPN 2 Kendal. Selama 3 bulan penuh saya mengajar Biologi di kelas ini. Anaknya aktif-aktif, sangking aktifnya saya harus menahan sabar saat mengajar. Mereka sering menghujami saya berbagai pertanyaan dan aktif wira-wiri (pindah tempat red). Haha.... Saya juga sering memberi mereka jam tambahan diluar jam sekolah atas kehendak saya sendiri. Di kelas ini pula saya mempunyai murid pindahan dari Singapura, Laras namanya. Saya ingat, ketika perpisahan ia memberikan foto dan kenang-kenangan yang masih saya simpan sampai sekarang. Selain Laras, banyak anak-anak lain yang meninggalkan kesan bagi saya. Seperti Alice, anak yang rajin ikut olimpiade Biologi. Saya kagum padanya, beberapa hari yang lalu Alice yang kini kelas 2 SMAN 3 Semarang masuk koran berkat prestasinya berhasil meraih perunggu dalam event internasional. Senang bisa melihat senyum keceriannya di koran yang kebetulan saya baca. Ada lagi si gendut Rofik yang dulu suka ke kos saya untuk curhat.
Lain lagi pengalaman saya saat penelitian skripsi di SMAN 1 Kesatrian dan 1 Ungaran. Mereka sangat senang sekali ketika menjadi objek penelitian saya. Banyak dari mereka yang meng-add akun facebook saya. Penelitian tesis saya di SMAN 1, 2, dan 3 Cilacap juga tidak jauh berbeda. Meskipun Cuma bertemu 1 atau 2 kali saja, kami pun langsung akrab.
Sekarang saya memang bukan pengajar di sekolah, saya hanyalah seorang tentor di bimbingan belajar Ganesha Operation (GO). Banyak hal yang saya alami di sini. Saya pernah membacakan koran di kelas 8, kelas yang paling rame di GO karena salah seorang siswa saya  yang kebetulan autis membaca koran di kelas dan menjadi bahan tertawaan teman-temannya. Saya juga sering mengajar anak-anak akselerasi SMA yang begitu bersemangat dalam belajar, saya senang ketika mereka mau menceritakan perasaan dan pengalaman mereka duduk di kelas akselerasi.  Saat pengumuman UN SMA kemaren, saya juga dikejutkan oleh Denny yang berhasil meraih nilai 9,75 untuk pelajaran Biologi. Meskipun tidak mendapat 10 tapi saya senang, dia adalah salah satu anak yang sering tambahan pelajaran Biologi sama saya. Sebagian besar murid-murid di GO ingin menjadi dokter. Saya senang bisa belajar bersama dengan murid-murid yang sangat bersemangat. Saya yang agak sedikit kalem. hehe.... juga dituntut untuk jadi penghibur bagi mereka. Tak jarang saya harus bercerita untuk meramaikan kelas. Saya senang ketika mereka mau mendengarkan cerita dan pengalaman hidup saya, saya senang ketika mereka termotivasi oleh cerita saya. Bukan hanya ilmu pelajaran Biologi saja yang saya sampaikan, tapi motivasi juga diperlukan oleh mereka. Saya pun banyak belajar bagaimana harus mendidik dan memperlakukan mereka.
Setiap tahun murid saya selalu bertambah, ada yang lulus namun juga ada yang baru. Betapa beruntungnya seorang guru, betapa banyak muridnya, betapa banyak orang yang ia kenal. Belum lagi, jika ilmu yang ia sampaikan ke muridnya akan ditularkan lagi ke orang lain. Subhanallah, pahala akan terus mengalir ibarat air.

Kamis, 30 Mei 2013

Praktikum di Baturaden



Biasanya orang kalau ke Baturaden itu buat senang-senang, jalan-jalan bareng keluarga atau bareng teman. Kalau aku malah buat praktikum. Udah setahun di Purwokerto, belum pernah kesana, eh sekali kesana malah buat praktikum AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Dasar anak lingkungan ya, ke objek wisata itu buat praktikum kaya dulu ke Dieng aja praktikum ekologi tropik. Haha...
Berfoto bersama Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan (Tengah) (Nila, 2013)
Bersama Grup Kentongan (Ayu, 2013)
Senang juga bisa mengunjungi Baturaden pada hari Sabtu tanggal 25 Mei kemaren, tempatnya adem, seger, ya ga jauh beda lah nuansanya kaya Bandungan, Semarang. Selain taman, ada berbagai objek di sana, seperti kolam renang, kolam terapi ikan, sepeda air, pancuran 3, pancuran 7, teater alam, bumi perkemahan, dan kebun raya botani. Karena waktunya yang terbatas jadi cuma bisa liat-liat secara umum aja, tidak menikmatinya secara langsung. Sesekali kami juga sempat mencoba levitasi, ya gerakan semacam lompat melawan gravitasi. Yang membuat menarik justru musik kentongan di depan pintu gerbang lokawisata Baturaden. Musik kentongan ini dibawakan oleh sekelompok anak kecil yang masih duduk di sekolah dasar. Sangat kreatif sekali anak-anak ini, mereka mengisi waktu liburan mereka dengan kegiatan yang bermanfaat yaitu dengan tambil di lokawisata Baturaden yang dapat mendatangkan rezeki bagi mereka. Beberapa lagu pun mereka bawakan dengan baik, seperti lagu cinta satu malam dan alun-alun nganjuk. Tingkah mereka yang lucu pun menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang menonton. Secara tidak langsung mereka juga ikut melestarikan kesenian Jawa.

Rabu, 15 Mei 2013

Ayah (By Seventeen)

Engkaulah nafasku
Yang menjaga di dalam hidupku
Kau ajarkan aku menjadi yang terbaik
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
* kau tak pernah lelah
Sebagai penopang dalam hidupku
Kau berikan aku semua yang terindah
Reff:
Aku hanya memanggilmu ayah
Di saat ku kehilangan arah
Aku hanya mengingatmu ayah
Jika aku tlah jauh darimu