Cipt. Mukodam (Alm)
Gubuk tua atap daun jati
Kududuk berdua sama istri
Pisang goreng secangkir kopi
Cukup sudah pagi ini
Di kota terdengar deru mobil
Di desa terdengar suara kambing
Di kota terlihat gedung mewah
Di desa terlihat padi menguning
Plak tiplak tiplak bembem 2x
Sabtu, 03 Agustus 2019
Jumat, 15 Maret 2019
Mengejar Waktu
Tiap hari rasanya kejar-kejaran sama waktu. Bangun tidak boleh terlambat. Sekali terlambat semuanya akan kacau. Beginilah nasib keluarga yang suami istri bekerja dan tidak memiliki khadimat (ART). Tiap pagi harus mandikan 2 balita, menjemur pakaian, dan menyiapkan sarapan. Sebisa mungkin tiap pagi harus sarapan. Karena jika tidak semua bisa sakit. Masak? Hanya kadang-kadang, seringnya beli. Apa pun lauknya yang penting bisa buat ganjal perut.
Alhamdulillah tak pernah telat. Selalu ontime sampai sekolah, bahkan tak jarang jadi guru yang pertama sampai sekolah. Si kakak yg baru berumur 3 tahun diantar ayah ke rumah mbahnya di desa tetangga. Si dede yang baru berumur 2 bulan ikut saya ke sekolah diantar oleh tukang ojek perempuan langganan kami. Alhamdulillah di sekolah ada karyawan yang khusus momong balita anak guru-guru.
Pulang sekolah, saya langsung beres-beres rumah jika si dede tidak rewel. Menyapu, mencuci piring, melipat pakaian, dan mencuci pakaian sudah menjadi rutinitas tiap sore. Alhamdulillah sejauh ini kami belum pernah melaundry pakaian. Mencuci dan menyetrika masih dikerjakan sendiri. Kenapa tidak pakai ART? Bukannya kami tidak mampu atau pelit tapi kami terbiasa mandiri dan tidak biasa menyuruh-nyuruh orang. Rasanya risih kalau menyuruh orang. Dan kami tidak biasa kalau ada orang asing di rumah kami. Biarlah rumah kami sedikit berantakan. Toh wajar juga kan kalau punya balita rumahnya berantakan. Karena kami memberi mereka kebebasan untuk bermain. Selagi berantakannya masih wajar saya rasa tidak apa-apa.
Lelah? Iya lelah... tapi semua akan indah ketika anak-anak sudah memasuki usia sekolah. Mereka akan tumbuh dan besar bersama. Mereka akan belajar saling menyayangi, mengasihi, dan berempati.
Ketika anak-anak sudah tidur barulah kami bisa berleha-leha mengobrol bertukar pikiran. Barulah kami tidur jika dirasa sudah ngantuk. Alhamdulillah tidur kami juga selalu cukup.
Alhamdulillah, rutinitas seperti ini sudah berjalan 3 minggu lamanya dan tak ada kendala yang berarti. Semoga Habits ini bisa terus berjalan dengan lancar.
Ucapan adalah Do'a
Lulus kuliah ketika ditanya orang "kapan nikah?" Saya jawab saja "Secepatnya". Padahal saya tidak pacaran dan belum ada calonnya. Namun, beberapa bulan kemudian saya pun menikah.
Tiga tahun yang lalu saya pernah berharap dalam hati bahwa insya Allah 2 tahun lagi bisa daftar haji sama suami. Alhamdulillah 2 tahun kemudian terkabul.
Tahun lalu, ketika saya jenuh dengan banyaknya kerjaan, saya pun berkata kepada teman saya tahun depan saya mau cuti sajalah. Saat itu saya belum hamil. Dan benar saja, di awal tahun ini saya benar-benar cuti karena melahirkan.
Saat kelas 3 MTsN saya pernah berkata dalam hati kalau saya ingin jadi anak biasa saja. Benar saja, saat SMA saya benar-benar menjadi anak yang biasa saja. Padahal, dari SD hingga MTs saya selalu rangking 1, sering ikut lomba, dan dapat beasiswa. Saya pun sedikit menyesal. Kemudian, saya pun berusaha memperbaiki diri dan berhati-hati dalam berkata.
Terbukti bahwa ucapan adalah do'a. Jadi, ucapkanlah yang baik-baik. Insya Allah akan terkabul.
Tiga tahun yang lalu saya pernah berharap dalam hati bahwa insya Allah 2 tahun lagi bisa daftar haji sama suami. Alhamdulillah 2 tahun kemudian terkabul.
Tahun lalu, ketika saya jenuh dengan banyaknya kerjaan, saya pun berkata kepada teman saya tahun depan saya mau cuti sajalah. Saat itu saya belum hamil. Dan benar saja, di awal tahun ini saya benar-benar cuti karena melahirkan.
Saat kelas 3 MTsN saya pernah berkata dalam hati kalau saya ingin jadi anak biasa saja. Benar saja, saat SMA saya benar-benar menjadi anak yang biasa saja. Padahal, dari SD hingga MTs saya selalu rangking 1, sering ikut lomba, dan dapat beasiswa. Saya pun sedikit menyesal. Kemudian, saya pun berusaha memperbaiki diri dan berhati-hati dalam berkata.
Terbukti bahwa ucapan adalah do'a. Jadi, ucapkanlah yang baik-baik. Insya Allah akan terkabul.
Sabtu, 23 Februari 2019
HARIAN EMAK
🌸Cuma emak-emak yang tau rasanya🌸
Niat mau subuhan di awal waktu, eh si dede ikut bangun minta mimi dan terus digendong. Subuhan pun akhirnya telat, gantian sama suami. Niat masak sarapan pun ga jadi. Suami pun sarapan sendiri beli di luar.
Si dede terus melek setelah dimandikan baru tidur. Si emak langsung sigap ambil handuk bersiap mau mandi. Eh... baru selangkah masuk kamar mandi, dengar tangisan dede. Mandi pun tertunda.
Dede kembali tidur dan akhirnya bisa mandi. Mandinya pun kilat ekspres, khawatir si dede bangun lagi. Bisa mandi dengan nikmat itu kalau weekend aja pas suami di rumah.
Habis mandi, perut keroncongan. Bikinlah telur ceplok yang masaknya superkilat. Bisa makan sampai selesai itu adalah anugerah. 👐
Kadang masak mie karena telur habis. Baru selesai dimasak, eh si dede bangun dan rewel. Jadilah mie itu dimakan ketika sudah dingin dan berubah jadi 2x lipat karena melar.
Mau masak untuk makan siang pun bershif-shif.
Shif 1 : kupas dan cuci bahan
Shif 2 : iris-iris
Shif 3 : memasak
Di sela-sela shif ada nyusuin, gendong, ganti popok, dan menidurkan dede.
Masak siang pun sekalian untuk makan malam. Eh... si ayah pulangnya malam dan sudah makan di luar.
Lagi sholat, eh si dede menangis keras. Sholat pun menjadi tidak khusyuk. Selesai sholat, langsung angkat si dede, berdo'a pun gagal.
Mau nyetrika, baru dapat sepotong dede udah bangun dan rewel. Jadilah setrikaan menggunung beranak-pinak. Akhirnya nyetrikanya mendadak kalau mau dipakai.
Ngelonin dede biar tidur lagi sehingga emak bisa kerja, eh malah nggak tidur-tidur. Kalau pun tidur, emaknya ikut ketiduran.
Malam hari, si emak sudah lelah, eh malah bergadang karena si dede melek dan rewel😭😭
***
Kondisi-kondisi seperti ini pasti sering dialami emak-emak ketika punya bayi. Kalau nggak kuat pasti stres. Sehingga perlu piknik. Tapi rumah akan terasa sepi tanpa kehadiran buah hati. Bahkan ketika kita berpisah dengan mereka, kita pun akan merindukannya.
Cuti saya tinggal sehari lagi. Insya Allah lusa sudah berangkat kerja. Alhamdulillah tempat saya bekerja ramah anak, ada TPAnya sehingga saya bisa membawa si kecil.
Semangat buat emak yang bekerja di luar dan di rumah juga.
Dipublikasikan pertama kali di Facebook saya
Amaranthi Andam
Sabtu, 23 Februari 2019
Rencana Allah Begitu Indah
Pernah nggak teman-teman menghubungkan antar satu peristiwa dengan peristiwa lain? Kalau saya sering sekali seperti itu.
Terkadang kita sudah berharap dan merencanakan sesuatu seindah mungkin, tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Timbullah kekecewaan karenanya.
Terkadang kita sudah berdo'a dan berusaha tapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan kita.
Sebagai manusia, saya pernah seperti itu. Namun, begitu saya menghubungkan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi dalam hidup saya, saya pun berpikir bahwa "Allah sudah merencanalan semua itu dengan baik dan akan indah pada waktunya".
Sebagai contoh, saat kuliah S1 saya tidak pernah mendapatkan beasiswa. Saya sudah sering mengajukan, saya aktif di organisasi, dan memiliki IPK yang bagus. Namun, justru setelah lulus S1 saya langsung mendapatkan Beasiswa Unggulan S2 sampai lulus dari BPKLN Kemendiknas.
Contoh lain, 31 Agustus 2013, tesis saya sudah di ACC oleh kedua pembimbing saya dan diap diujikan. Kalau langsung diujikan, saya lulus S2 dalam waktu 1,5 tahun dan merupakan mahasiswa ke-2 yang lulusnya tercepat. Namun, Allah berkehendak lain. Kedua dosen pembimbing saya pada pergi keluar negeri begitu ACC tesis saya yang belum sempat diujikan. Saya pun menunggu 2 bulan lamanya untuk melaksanakan sidang tesis. Disaat penantian 2 bulan itulah ayah saya sakit keras. Dirawat di rumah sakit berkali-kali dan meninggal di bulan oktober 2013. Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk merawat beliau dan berada di sisinya sampai akhir hayat. Seandainya begitu ACC saya langsung sidang tesis mungkin saya akan sibuk dengan revisi dan bisa merawat ayah saya. Saya pun akhirnya sidang tesis tanggal 13 Desember 2013. Tanggal yang cantik.
Contoh yang lain lagi. Kakak saya sudah menikah 5 tahun baru punya anak. Kakak saya Menikah di tahun 2011. Saat itu, suaminya masih sibuk bolak-balik ke Jakarta untuk kuliah dan masih berstatus pegawai honorer di tempat kerjanya. Tahun 2013 ayah saya meninggal, Alhamdulillah kakak saya sempat merawatnya. Padahal kakak tinggal di luar kota dan mertuanya juga sedang sakit. Di bukan yang sama mertuanya juga meninggal. Seandainya saat itu dia sudah punya anak mungkin akan kerepotan mengurus ayah dan mertua yang sakit. Apalagi ditinggal suami yang bolak-balik Jakarta. Anak pertamanya lahir 2016, saat itu suaminya baru diangkat jadi PNS dan juga sudah memiliki rumah sendiri. Sekarang anaknya malah sudah 2.
Itu beberapa contoh yang terjadi dalam hidup saya. Masih banyak contoh-contoh yang lain. Jadi intinya kita harus mensyukuri apa yang terjadi saat ini. Allah sudah merencanakan hal baik dan indah untuk kita.
Senin, 31 Desember 2018
Akhir Tahun 2018 yang Melelahkan
3 - 14 des 2018
Mamah sibuk mengisi rapot yang njelimet dan berlembar-lembar. Padahal rasanya sudah cepat lelah karena dede sudah hampir 9 bulan di perut mamah.Wahnan ala wahnin. Lemah yang bertambah-tambah.
Sabtu, 15 des 2018
Mamah masih berangkat sekolah untuk membagikan rapot anak-anak kelas 6. Mamah juga masih naik motor sendiri meskipun perut ini udah besar banget dan dede aktif banget geraknya. Berat badan mamah saja sudah naik 16 kg.
Pagi tadi juga ayah berangkat ke Bandungan selama 3 hari untuk mengikuti In House Training (IHT) sekolahnya. Selama hamil dede ayah memang sering pergi ke luar kota. Mamah dan kakak saja di rumah.
Minggu, 16 des 2018
Dengkul kanan kaki kakak bengkak setelah bangun tidur siang sehingga kakak jalannya jinjit. Mamah kira habis digigit hewan apa sampai mamah nyari-nyari di kasur tapi tidak nemu juga.
Jam 11 malam ayah pulang. Ternyata IHT-nya dipercepat. Mamah pun cerita tentang kaki kakak.
Senin, 17 des 2018
Bangun tidur kakak ga bisa jalan. Jam 7 pagi kakak dibawa ke tukang pijat oleh ayah dan bude Nur karena mamah udah ga kuat kalau pergi-pergi apalagi kalau harus gendong kakak.
Jam 10 pagi kakak baru pulang dan ternyata ga jadi dipijat karena tukang pijatnya ga berani mijat dan malah menganjurkan untuk ke dr. Nurohim saja. Tapi jam segitu dr nya sudah ga diklinik.
Sorenya, kakak pun dibawa ke dr. Nurohim. Kakak udah bisa jalan meski harus jinjit. Kali ini ayah dan mamah yang ngantar.
Selasa, 18 des 2018
Pagi ini ayah mengantar mamah ke puskesmas untuk cek HB. Sementara kakak dititipkan di mbah. Setelah dari puskesmas, mamah mampir pasar sebentar untuk membeli ember, hanger, dan sapu.
Sorenya mamah periksa ke dr. Retno diantar ayah. Kakak juga ikut. Dari hasil pemeriksaan bahwa dede sudah 9 bulan di perut mamah dan keadaanya baik-baik saja, denyut jantungnya bagus dan beratnya sudah cukup untuk dilahirkan. Kemungkinan mamah harus operasi saecar lagi untuk melahirkan dede seperti kakak dulu. Mulai jum'at tanggal 21 des dr. Retno sudah cuti sampai tahun baru. Sabtu tanggal 22 juga pak jundan sudah cuti. Mamah sama ayah pun jadi bingung mau melahirkan kamu kapan. Kalau mau menunggu sampai kontraksi, belum tentu nanti ada dokternya. Mamah malah nanti dirujuk sana-sini.
Akhirnya, mamah dan ayah memutuskan untuk melahirkan dede hari kamis tanggal 20 des 2018. Dengan pertimbangan sebelum dokter pada cuti dan ayah juga masih libur sekolah.
Rabu, 19 des 2018
Acaranya hari ini bersih-bersih rumah. Ayah juga masih sempat berangkat sekolah. Sorenya slametan "procotan".
Kamis, 20 des 2017
Pagi-pagi ayah mengantar kakak ke rumah mbah. Kemudian jam 8 mamah, ayah, dan ditemani mak jum pergi ke rumah sakit untuk melahirkan dede.
Jam 16.20 dede pun lahir dengan jenis kelamin laki-laki, berat badan 2.700 gr dan panjang 46 cm. Dede langsung dimandikan dan dibawa ke ruang observasi.
Sampai jam 9 malam dede ga datang-datang ke kamar mamah padahal mamah sudah ingin melihat dan kumpul sama dede. Ternyata dede harus dirawat di ruang perinatologi karena sesak napas dan gangguan jantung.
Ya Allah, berharap besok sudah baikan. Mamah pun tidak bisa tidur karena merasakan nyeri setelah operasi dan memikirkan dede.
Jum'at, 21 des 2018
Mamah berusaha untuk bisa duduk dan jalan meski rasanya masih sangat nyeri. Mamah ingin sekali lihat dede di ruang perinatologi.
Sore ini dede mulai minum. Mamah pun berusaha mompa ASI. Alhamdulillah ASI langsung keluar meski sedikit dan langsung dibawa ayah ke ruang dede.
Sabtu, 22 des 2018
Pagi, siang, dan sore mamah mompa ASI dan ayah selalu setia mengantarkan dari ruang mamah di lantai 1 sebelah barat ke ruang dede di lantai 2 srbelah timur rumah sakit yang jaraknya lumayan dari tempat mamah.
Sore hari, Mamah akhirnya bisa melihat dede di ruang perinatologi. Mamah didorong ayah naik kursi roda dan saat masuk ruangan mamah harus jalan meski harus tertatih-tatih. Sedih rasanya lihat dede yang diimpus.
Minggu, 23 des 2018
Minggu pagi Mamah sudah boleh pulang. Namun dede masih harus dirawat. Perasaan mamah ga karuan. Melahirkan tapi selama di 4 hari di rumah sakit ga kumpul dengan bayinya, Tentu saja sedih. Sebelum pulang mamah sempatkan lihat dede sambil membawa sebotol ASI. Sedih rasanya harus meninggalkan dede. 4 hari di RS tapi ga kumpul sama dede. Kebayang juga nanti ayah harus nunggu dede di ruang tunggu ICU, berdesakan dengan keluarga pasien lain.
Pukul 12.00 mamah sudah sampai rumah ditemani mak jum. Bu tarmi dan anaknya yang mengantar kami. Beliau teman ayah yang sudah seperti saudara sendiri. Beliau langsung pamit pulang. Mak jum juga langsung pulang setelah membeli makan siang. Mamah pun sendiri di rumah. Kakak masih di tempat mbah.
Pukul 13.00 mamah sudah siap mau istirahat. Tiba-tiba ada pesan dari ayah kalau dede boleh pulang. Alhamdulillah... betapa senangnya mamah saat itu. Meski di rumah sakit kita berpisah tapi di rumah kita berkumpul di hari yang sama. Pas waktu ashar dede pun sampai rumah. Bu tarmi lagi yang mengantar.
Kamis, 27 des 2018
Sudah 1 minggu umur dede dan sudah 4 hari di rumah. Sore ini dede kontrol ke RS. Jam 3 sore dede berangkat ditemani ayah dan bude nur. Mamah ga bisa ikut karena masih sulit untuk gerak.
Jam 7 malam dede belum pulang juga dan ternyata dede harus dirawat lagi di Rs. Bilirubin dede tinggi sehingga kulitnya agak kuning. Dede perlu disinar agar kembali normal. Untuk jantungnya Alhamdulillah normal.
Minggu, 30 des 2018
Alhamdulillah hari ini dede pulang. Dirawat 2 hari 3 malam, ayah selalu setia dalam sehar 2xPp untuk mengantar ASI dan menjenguk dede. Alhamdulillah ASI lancar terus dan selalu tersuplai buat dede. Ayah memang strong. Liburannya mengurus 2 balita sekaligus. Kadang-kadang kakak pulang ke rumah dan setelah punya dede dia jadi rewel. Inginnya ada-ada saja dan harus dituruti. Semuanya serba ayah. Ayah juga yang mandikan, mengganti pakaian,dan bergadang demi dede. Mamah masih dalam masa pemulihan pasca saecar. Meski masih nyeri, mamah sebisa mungkin ngurus diri mamah sendiri agar tidak membebani ayah. Tapi mamah belum bisa bantu ayah.
Mamah sibuk mengisi rapot yang njelimet dan berlembar-lembar. Padahal rasanya sudah cepat lelah karena dede sudah hampir 9 bulan di perut mamah.Wahnan ala wahnin. Lemah yang bertambah-tambah.
Sabtu, 15 des 2018
Mamah masih berangkat sekolah untuk membagikan rapot anak-anak kelas 6. Mamah juga masih naik motor sendiri meskipun perut ini udah besar banget dan dede aktif banget geraknya. Berat badan mamah saja sudah naik 16 kg.
Pagi tadi juga ayah berangkat ke Bandungan selama 3 hari untuk mengikuti In House Training (IHT) sekolahnya. Selama hamil dede ayah memang sering pergi ke luar kota. Mamah dan kakak saja di rumah.
Minggu, 16 des 2018
Dengkul kanan kaki kakak bengkak setelah bangun tidur siang sehingga kakak jalannya jinjit. Mamah kira habis digigit hewan apa sampai mamah nyari-nyari di kasur tapi tidak nemu juga.
Jam 11 malam ayah pulang. Ternyata IHT-nya dipercepat. Mamah pun cerita tentang kaki kakak.
Senin, 17 des 2018
Bangun tidur kakak ga bisa jalan. Jam 7 pagi kakak dibawa ke tukang pijat oleh ayah dan bude Nur karena mamah udah ga kuat kalau pergi-pergi apalagi kalau harus gendong kakak.
Jam 10 pagi kakak baru pulang dan ternyata ga jadi dipijat karena tukang pijatnya ga berani mijat dan malah menganjurkan untuk ke dr. Nurohim saja. Tapi jam segitu dr nya sudah ga diklinik.
Sorenya, kakak pun dibawa ke dr. Nurohim. Kakak udah bisa jalan meski harus jinjit. Kali ini ayah dan mamah yang ngantar.
Selasa, 18 des 2018
Pagi ini ayah mengantar mamah ke puskesmas untuk cek HB. Sementara kakak dititipkan di mbah. Setelah dari puskesmas, mamah mampir pasar sebentar untuk membeli ember, hanger, dan sapu.
Sorenya mamah periksa ke dr. Retno diantar ayah. Kakak juga ikut. Dari hasil pemeriksaan bahwa dede sudah 9 bulan di perut mamah dan keadaanya baik-baik saja, denyut jantungnya bagus dan beratnya sudah cukup untuk dilahirkan. Kemungkinan mamah harus operasi saecar lagi untuk melahirkan dede seperti kakak dulu. Mulai jum'at tanggal 21 des dr. Retno sudah cuti sampai tahun baru. Sabtu tanggal 22 juga pak jundan sudah cuti. Mamah sama ayah pun jadi bingung mau melahirkan kamu kapan. Kalau mau menunggu sampai kontraksi, belum tentu nanti ada dokternya. Mamah malah nanti dirujuk sana-sini.
Akhirnya, mamah dan ayah memutuskan untuk melahirkan dede hari kamis tanggal 20 des 2018. Dengan pertimbangan sebelum dokter pada cuti dan ayah juga masih libur sekolah.
Rabu, 19 des 2018
Acaranya hari ini bersih-bersih rumah. Ayah juga masih sempat berangkat sekolah. Sorenya slametan "procotan".
Kamis, 20 des 2017
Pagi-pagi ayah mengantar kakak ke rumah mbah. Kemudian jam 8 mamah, ayah, dan ditemani mak jum pergi ke rumah sakit untuk melahirkan dede.
Jam 16.20 dede pun lahir dengan jenis kelamin laki-laki, berat badan 2.700 gr dan panjang 46 cm. Dede langsung dimandikan dan dibawa ke ruang observasi.
Sampai jam 9 malam dede ga datang-datang ke kamar mamah padahal mamah sudah ingin melihat dan kumpul sama dede. Ternyata dede harus dirawat di ruang perinatologi karena sesak napas dan gangguan jantung.
Ya Allah, berharap besok sudah baikan. Mamah pun tidak bisa tidur karena merasakan nyeri setelah operasi dan memikirkan dede.
Jum'at, 21 des 2018
Mamah berusaha untuk bisa duduk dan jalan meski rasanya masih sangat nyeri. Mamah ingin sekali lihat dede di ruang perinatologi.
Sore ini dede mulai minum. Mamah pun berusaha mompa ASI. Alhamdulillah ASI langsung keluar meski sedikit dan langsung dibawa ayah ke ruang dede.
Sabtu, 22 des 2018
Pagi, siang, dan sore mamah mompa ASI dan ayah selalu setia mengantarkan dari ruang mamah di lantai 1 sebelah barat ke ruang dede di lantai 2 srbelah timur rumah sakit yang jaraknya lumayan dari tempat mamah.
Sore hari, Mamah akhirnya bisa melihat dede di ruang perinatologi. Mamah didorong ayah naik kursi roda dan saat masuk ruangan mamah harus jalan meski harus tertatih-tatih. Sedih rasanya lihat dede yang diimpus.
Minggu, 23 des 2018
Minggu pagi Mamah sudah boleh pulang. Namun dede masih harus dirawat. Perasaan mamah ga karuan. Melahirkan tapi selama di 4 hari di rumah sakit ga kumpul dengan bayinya, Tentu saja sedih. Sebelum pulang mamah sempatkan lihat dede sambil membawa sebotol ASI. Sedih rasanya harus meninggalkan dede. 4 hari di RS tapi ga kumpul sama dede. Kebayang juga nanti ayah harus nunggu dede di ruang tunggu ICU, berdesakan dengan keluarga pasien lain.
Pukul 12.00 mamah sudah sampai rumah ditemani mak jum. Bu tarmi dan anaknya yang mengantar kami. Beliau teman ayah yang sudah seperti saudara sendiri. Beliau langsung pamit pulang. Mak jum juga langsung pulang setelah membeli makan siang. Mamah pun sendiri di rumah. Kakak masih di tempat mbah.
Pukul 13.00 mamah sudah siap mau istirahat. Tiba-tiba ada pesan dari ayah kalau dede boleh pulang. Alhamdulillah... betapa senangnya mamah saat itu. Meski di rumah sakit kita berpisah tapi di rumah kita berkumpul di hari yang sama. Pas waktu ashar dede pun sampai rumah. Bu tarmi lagi yang mengantar.
Kamis, 27 des 2018
Sudah 1 minggu umur dede dan sudah 4 hari di rumah. Sore ini dede kontrol ke RS. Jam 3 sore dede berangkat ditemani ayah dan bude nur. Mamah ga bisa ikut karena masih sulit untuk gerak.
Jam 7 malam dede belum pulang juga dan ternyata dede harus dirawat lagi di Rs. Bilirubin dede tinggi sehingga kulitnya agak kuning. Dede perlu disinar agar kembali normal. Untuk jantungnya Alhamdulillah normal.
Minggu, 30 des 2018
Alhamdulillah hari ini dede pulang. Dirawat 2 hari 3 malam, ayah selalu setia dalam sehar 2xPp untuk mengantar ASI dan menjenguk dede. Alhamdulillah ASI lancar terus dan selalu tersuplai buat dede. Ayah memang strong. Liburannya mengurus 2 balita sekaligus. Kadang-kadang kakak pulang ke rumah dan setelah punya dede dia jadi rewel. Inginnya ada-ada saja dan harus dituruti. Semuanya serba ayah. Ayah juga yang mandikan, mengganti pakaian,dan bergadang demi dede. Mamah masih dalam masa pemulihan pasca saecar. Meski masih nyeri, mamah sebisa mungkin ngurus diri mamah sendiri agar tidak membebani ayah. Tapi mamah belum bisa bantu ayah.
Hari ini usia kakak juga genap 3 tahun. Tapi mamah belum bisa bagi-bagi jajan seperti tahun-tahun sebelumnya karena mamah belum pulih. Insya Allah tahun depan syukurannya bareng dengan dede.
Rabu, 29 November 2017
Festival Bahasa SD IT Al Kautsar 2017
Bertepatan
dengan hari guru tanggal 25 November 2017, SD IT Al Kautsar mengadakan acara
Festival Bahasa dengan mengusung tema "Peran Bahasa dalam Membangun
Karakter Bangsa". Acara ini dihadiri oleh semua siswa SD IT Al Kautsar
beserta orang tua/walinya yang berjumlah 224 orang. Acara ini juga turut
mengundang Camat Brangsong, Kepala UPTD, Kapolsek, Danramil, dan KB-TK serta
Paud yang berada di sekitar SD IT Al Kautsar.
![]() |
| Panggung Festival Bahasa |
Acara
diawali oleh pentas seni siswa dengan menyanyikan lagu Mars SD IT Al Kautsar dan
dilanjutkan dengan penampilan celoteh anak, nasyid, puisi, pidato, dan cerita
islami.
![]() |
| Penampilan Kak Bimo |
Selain
pentas seni dan drama, acara ini juga dimeriahkan oleh Kak Bimo dari
Yogyakarta. Dalam kesempatan ini Kak Bimo membawakan dongeng tentang anak
sholeh yang masuk surga. Para siswa dan hadirin yang hadir sangat antusias
sekali menyaksikan dongeng yang dibawakan oleh Kak Bimo.
Ditulis oleh:
Siti Amaranthi Andam, S.Pd., M.Si.
Guru Kelas 6 SD IT Al Kautsar
Siti Amaranthi Andam, S.Pd., M.Si.
Guru Kelas 6 SD IT Al Kautsar
![]() | |
| MC Festival Bahasa |
![]() |
| Tim Drama Api Surabaya |
![]() | |
| Market Day ikut meramaikan acara |
Langganan:
Postingan (Atom)




