Rabu, 28 Maret 2012

Donan River and Nusakambangan Island

25 Maret 2012
Senang rasanya bisa menginjakkan kaki di pulau selatan Pulau Jawa ini, yaitu di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap. Perjalananku kali ini adalah dalam rangka survei tugas mata kuliah Tata Ruang dan Pengembangan Wilayah bersama dengan teman-teman Magister  Ilmu Lingkungan, UNSOED.
Pukul tujuh pagi kami berangkat meninggalkan kampus UNSOED. Perjalanan menuju Sungai Donan-Cilacap kami tempuh selama satu setengah jam. Waktu yang singkat ini kumanfaatkan untuk melihat-lihat pemandangan yang belum pernah kulihat sebelumnya, seperti Sungai Serayu yang lebar dan perbukitan disekitarnya, Bendungan Gerak Serayu, Pabrik Holcim, dan Pertamina.
Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah kampung nelayan dibantaran Sungai Donan. Dengan menyewa perahu kami pun berkeliling mengitari Sungai Donan untuk melihat langsung dengan dekat jala apung para nelayan disekitar pabrik Holcim dan Pertamina. Inilah objek permasalahan utama yang kami angkat. Jala apung yang dipasang nelayan di Sungai Donan seringkali mengganggu kapal tongkang Holcim dan Pertamina yang melintas. Sehingga tidak heran jika sering timbul permasalahan diantara nelayan dan Holcim ataupun Pertamina. 
Pulau Nusakambangan terlihat dari perahu
Pabrik Holcim yang terlihat dari perahu

Pertamina terlihat dari perahu
Puas mengitari Sungai Donan dengan pohon bakau di kanan kirinya, perahu pun berputar arah menuju Pulau Nusakambangan. Antara Pulau Nusakambangan dengan Pulau Jawa hanya dipisahkan oleh laut yang tidak terlalu lebar, hanya seperti sungai yang sangat lebar. Dari perahu kami bisa melihat Pabrik Holcim dan Pertamina dengan dekat, termasuk kapal-kapal tongkang yang sedang berlabuh ataupun bersandar disekitar pabrik. Kami juga disuguhi pemandangan hutan Nusakambangan yang masih hijau lebat. Dari kejauhan kami juga bisa melihat menara pantau dan pintu masuk menuju Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan. 
Berfoto di atas perahu
Setelah satu jam lebih kami di perahu, sampailah kami di pintu masuk objek wisata pasir putih disebelah timur Pulau Nusakambangan. Setelah membeli tiket seharga Rp 3.500,-/orang, kami pun mulai berjalan menuju benteng peninggalan Portugis yang ada di pulai itu. Setelah sempat mengambil beberapa gambar, barulah kami menuju ke pantai pasir putih. Hmmm........... pantainya lumayan menarik, tidak jauh beda dengan pantai Pulau Panjang, Jepara. Asyikya menikmati makan siang disini sambil melihat pemandangan pantai yang masih natural. Kamera yang dibawa pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengambil berbagai gambar yang menarik. Para orang-orang udik ini pun tidak mau kalah untuk menjadi model bidikan kamera. Hahaha....... lumayan bisa refreshing dari rutinitas yang terkadang membosankan.

Pantai Pasir Putih, Nusakambangan
Waktu sudah menunjukkan pukul satu siang dan sudah saatnya kami kembali ke daratan Pulau Jawa dengan menggunakan perahu yang tadi kami sewa. Perjalanan selama satu setengah jam di perahu dimanfaatkan oleh beberapa teman untuk tidur beristirahat. Apalagi semilir angin diperjalanan membuat mereka mengantuk. Namun, rasa kantuk ini tetap kutahan demi bisa menikmati pemandangan yang tidak biasa ini.
Sampai di daratan pulau Jawa kami pun langsung pulang menuju Purwokerto. Perjalanan hari ini cukup mengesankan. Many experience I’m get today. Good Bye Cilacap..... See you next time... ^_^

Rabu, 11 Januari 2012

Takengon, Canada-nya Indonesia


Ketika membuka FB-Q pasti teman-teman akan terheran-heran kenapa aku mencantumkan Takengon, Aceh Tengah sebagai kota asalku? Seperti yang tercantum dalam catatanku yang lalu pada point no 11, aku pernah tinggal di kota ini selama lebih dari 10 tahun, tepatnya 10 tahun 11 bulan, 15 hari, sejak aku bayi. Meski akupun pernah tinggal di sini, namun sebenarnya aku bukan berasal dari kota ini, namun aku berasal dari Pemalang, Jawa Tengah dimana dulu aku dilahirkan. Masa kecil yang bahagia di tempat ini sangat berarti sekali dalam kehidupanku dan aku pun tidak ingin melupakannya sehingga aku mencantumkannya sebagai kota asalku.
Di Takengon aku tinggal di komplek STM Pertanian 1 Pegasing, Aceh Tengah. Komplek sekolah yang kutinggali ini bukan sembarang komplek sekolah pada umumnya karena luas sekolahan ini mencapai + 36 Ha. Di dalam komplek ini terdapat bangunan-bangunan sekolah yang diperindah dengan taman-taman bunga di halamannya. Satu jurusan di sana bagaikan satu fakultas perguruan tinggi. Sebagai contoh, jurusan peternakan selain terdapat ruang kelas dan gudang penyimpanan pakan, juga dilengkapi dengan lahan untuk menanam rumput dan kandang-kandang ternak yang lengkap dengan hewan-hewannnya, seperti sapi, kerbau, ayam, burung puyuh, burung merak, dll. Bagaikan kebun binatang deh pokoknya. Beda lagi dengan perpustakaannya, konon katanya saat itu, perpustakaan di STM ini adalah perpustakaan sekolah terbesar se-Provinsi Aceh. Sekolahan ini juga mempunyai 2 lapangan sepak bola, 1 lapangan basket, 1 lapangan tenis, 1 lapangan takraw, dan beberapa lapangan voli. Di komplek ini juga terdapat perumahan guru dan asrama putra-putri. Setiap guru juga di berikan hak untuk mengelola tanah di halaman depan dan belakang rumahnya untuk berkebun. Bukan hanya itu, selain berbatasan dengan pemukiman warga, sekolahan ini juga berbatasan langsung dengan sungai dan perbukitan, dimana tempatku berpetualang bersama teman-temanku layaknya si Bolang. Sudah kebayangkan luasnya sekolahan ini???
Saat hari libur tiba, aku bersama mbaku mba Puput dan teman-temanku seperti Galih, Miga, Laras, dan Febry akan pergi bermain ke Bukit ini menuju rumah teman kami di atas sana yang bernama kak Nani. Kak Nani akan mengajak kami berkeliling kebun kopinya, memetik buah biwa, dan menebang pohon bambu untuk kami jadikan obor. Cukup lama kami bermain-main di atas sana dan pulangnya kami akan singgah di sungai untuk berenang. Setelah itu barulah kami pulang ke rumah. Sungai ini juga berperan penting bagi masyarakat komplek. Ya komplek sering kekurangan air, bahkan air ledeng yang berasal dari pegunungan sering kali tidak mengalir sehingga kami harus mandi dan mencuci di sungai ini.
Aktivitas sehari-hari kami biasanya kami habiskan untuk bersekolah di SDN Wihnareh dan mengaji di Mushola Al-Furqon. Di sekolah, teman-temanku juga tidak jauh berbeda dengan teman bermain dan mengaji di rumah. Mereka adalah Agri yang suka bawa kue bawang dan cari bibit tumbuhan, Nova yang punya banyak burung dan kadang kesiangan, Hafidz si ketua kelas, Laras yang tomboy, si kembar Nyakna-Nyakni, Bang Miga yang selalu ingin tau, dll. Hahaha… mereka unik ya… Di sekolahan aku tergolong siswa yang pinter, bukan sombong lho ya… setiap pembagian rapot nilai-nilaiku selalu jauh di atas rata-rata sehingga aku selalu meraih peringkat satu. Namun sayang, aku hanya dapat bersekolah di sana sampai pertengahan kelas lima. Adanya referendum Aceh dan GAM membuat keluargaku yang asli jawa harus kembali ke Jawa demi keamanan.
Mushola Al-Furqan yang terletak di tengah komplek ini juga memberiku banyak kenangan. Sepulang sekolah kami biasanya langsung berangkat ke Mushola untuk mengaji pada pukul 13.30 WIB. Sambil menunggu ustadz dan ustadzah datang, kami akan bermain-main di halaman mushola yang sangat luas. Kami akan bermain sepak bola, lompat tali, patok lele, atau pun hanya sekedar duduk-duduk saja di bawah pohon cemara yang rimbun. Saat ustadz dan ustadzah datang, kami pun mulai mengaji. Tidak hanya mengaji, berbagai hal juga kami pelajari di sini, seperti kaligrafi, menggambar, bahasa Arab, bahasa Inggris, terjemah lafdziah, psikotes, olah raga, dan lain sebagainya. TPA yang baru seumur jagung ini juga terbilang sukses di tingkat kabupaten Aceh Tengah dan juga pernah mengikuti festival di tingkat provinsi. Sehingga banyak TPA-TPA lain yang mengacungi jempol kepada TPA kami. Yang mendirikan TPA ini adalah kedua orang tuaku. Namun sayang, dengan hijrahnya kami ke Jawa, aktivitas di TPA ini juga ikut mati. Sedih rasanya ketika mendengar dari teman-temanku di sana ketika mereka bilang kalau Mushola yang kecil itu kini sangat sepi sekali, tak ada aktivitas apapun di sana, bangunan kelas di sampingnya juga sudah di bongkar.
Sudahlah… sejenak mari kita lupakan cerita yang memilukan di atas. Sekarang giliran aku cerita tentang keindahan Takengon, Aceh Tengah, para pembaca pasti dah nunggu dari tadi kan??? Hehe….
Takengon, adalah salah satu kota di Provinsi NAD. Nama kabupatennya adalah Aceh Tengah karena terletak di tengah provinsi Aceh. Karena letaknya yang di tengah maka tidak heran jika Takengon merupakan daerah pegunungan dengan gunung tertinggi adalah gunung Geurodong dan Burni Telong. Suhu di daerah ini sangat dingin sekali, di pagi hari kabut juga cukup tebal. Penglihatan hanya radius beberapa meter saja. Dulu aja, setiap berangkat sekolah aku selalu mengenakan jaket. Daerah ini adalah daerah pertanian dengan banyaknya perkebunan kopi dan holtikultura di sini.
Yang paling menarik dari kota ini adalah adanya sebuah danau yang luas di antara perbukitan. Danau itu adalah Danau Laut Tawar. Dinamakan laut tawar karena bentuknya yang seperti laut namun airnya tawar. Selain pemandangannya yang indah, di sekitar danau ini juga ada beberapa gua yang terkenal dengan legendanya, seperti gua “Putri Pukes” dan “Layang Koro”, selain itu juga terdapat hotel berbintang ditepi danau, yaitu hotel Renggali. Kita bisa menyewa perahu untuk berkeliling danau ini atau pun hanya bermain-main saja di tepinya. Di danau ini juga terdapat ikan endemik yang tidak terdapat di tempat lain, yaitu ikan depik. Masyarakat sekitar juga mempercayai akan adanya makhluk “gulung tikar” di dalam danau ini yang sewaktu-waktu bisa mencengkeram manusia untuk di jadikan mangsanya.
Keindahan alam danau ini tentu saja menarik minat wisatawan asing untuk datang. Sehingga tidak heran apabila melihat banyak turis di sana. Orang Aceh bilang katanya Takengon adalah Canada-nya Indonesia. Yach, katanya mirip dengan Canada di benua Amerika. Memang cukup unik ya Indonesia, selain punya Bandung sebagai Paris van Java, juga punya Canada van Sumatera. Haha…. ^_^

Sabtu, 23 Juli 2011

Kota-Kota di Indonesia


Catatanku yang lalu adalah tentang kota-kota di Jawa Tengah yang pernah kukunjungi. Nah, pada catatanku kali ini aku mau cerita tentang pengalamanku mengunjungi kota-kota di provinsi lain.
1.      Kediri
Selain pernah tinggal di Kendal, Pemalang, Pekalongan, dan Semarang, kujuga pernah tinggal di Kediri Jawa Timur selama 1 bulan, tepatnya di kampung bahasa Pare. Yah, waktu itu bulan Januari tahun 2010 dalam rangka liburan kuliah bersama teman-teman. Di kampus aku kuliah menggunakan bilingual sehingga mau ga mau harus memperdalam bahasa Inggris. Disini ku ga cuma kursus aja tapi juga liburan, so ku ga lupa untuk jalan-jalan. Tempat-tempat yang pernah kukunjungi antara lain Masjid Agung An-Nur Pare, Simpang Lima Gumul dengan nuansa timur tengah, candi Surowono, dan Gua Surowono. Dari berbagai tempat itu, yang paling menarik adalah Gua Surowono. Amazing….. itu adalah kata pertamaku ketika baru masuk ke gua ini. Gua ini lain dari pada yang lain karena letaknya di bawah desa, sekitar 10 meter lebih dikedalaman tanah. Ketika melewati gua ini kita seperti sedang berjalan dibawah desa. Ruangnya yang sempit hanya cukup untuk lewat 1 orang yang kurus. Selain itu juga sangat gelap dan ada aliran air didalamnya, terkadang kita juga harus berjalan merunduk dan sambil jongkok. Kalau di dalam rasanya antara hidup dan mati.
Gunung Bromo di pagi hari
Mulut Gua Surowono
Berfoto di depan Candi Surowono

2.      Probolinggo
Ketika liburan di Pare, aku juga tidak mau ketinggalan untuk mengunjungi Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur. Wah pengalaman yang mengesankan, selain menikmati pemandangan yang menakjubkan ku juga bisa ketemu banyak turis asing untuk mengasah kemampuan bahasa Inggrisku, ada dari Canada, Belanda, India, China, dll. Mereka bilang bahasa Inggris orang Indonesia is very good dan they are very happy to visit Indonesia.
3.      Malang
Perjalanan pulang dari Probolinggo kusinggah dulu di tempat pemandian Selekta di daerah Batu. Setelah itu kembali lagi deh ke Kediri.
4.      Yogyakarta
Ini adalah salah satu kota yang kusukai. Bawaannya tenang kalau jalan-jalan di kota ini. Ku kesini tiga kali, yang pertama saat study tour MTs dan hanya mengunjungi kebun binatang Gembira Loka dan Malioboro. Kunjunganku yang kedua adalah mengunjungi teman saat liburan kuliah pada tahun 2009. Tempat yang kukunjungi juga tidak banyak hanya jalan-jalan naik bus trans yogya, ke kampus teman, hunting buku di Shoping, Pasar Bring Harjo, pabrik bakpia pathok, benteng Vandenberg, dan Malioboro tentunya. Kepergianku yang ketiga adalah dalam rangka study banding ke Kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Tapi ku juga sempat mampir kembali ke Malioboro.
Di Kampus UGM

5.      Cirebon
Kalau pergi ke Jakarta atau pun Jawa Barat aku pasti lewat Cirebon, tapi aku baru pernah satu kali mengunjungi kota ini waktu kelas SMP dalam rangka ziarah. Tempat yang kukunjungi waktu itu adalah makam sunan Gunung Jati, keraton Kasunanan Cirebon, dan masjid Agung Cirebon.
6.      Bandung
Ayo kota apakah yang terkenal sebagai kota Paris van Java ini???... Yupz… benar sekali. Pastinya ku pernah dong kesini, ya… meski Cuma 1 x itu pun dlm rangka study tour. Tempat yang pernah kukunjungi di kota ini adalah Bonbin Bandung yg terletak di samping kampus ITB, terus wisata belanja di Ciampelas dan Cibaduyut, ga ketinggalan juga pemandian air panas di Ciater. Sayang banget belum sempat ke Tangkuban Perahu… hmmmm….
7.      Bogor
Dah beberapa kali ku kesini. Ada beberapa tempat menarik yang pernah kukunjungi di sini seperti Taman Buah Mekar Sari, kawasan puncak, dan Kebun Raya Cibodas yang indah itu dan terkenal sebagai surga dunia.
Taman Lumut Kebun Raya Cibodas, adalah yang terlengkap di dunia

8.      Depok
Masjid Diyat Al-Mahri alias masjid kubah mas di kota Depok ini juga pernah ku kunjungi. Subhanallah…. Indahnya masjid ini, aku takjub luar biasa. Tak kusangka kubisa sholat di sini. Gimana ya rasanya kalau aku bisa mengunjungi Masjidil Haram???
9.      Jakarta
Siapa yang ga kenal kota metropolitan yang satu ini? Pasti semua tau dong dengan kota Jakarta. Ya ku udah berkali-kali kesini untuk mengunjungi sanak saudara ataupun Cuma sekedar jalan-jalan. Banyak tempat menarik disini, namun cuma beberapa aja yang pernah kukunjungi seperti Dufan di Ancol, wisata belanja ITC Cempaka Sari, serta Pasar Cipulir dan Cipadu.
10.  Banda Aceh
Kota di ujung pulau Sumatera ini juga pernah kukunjungi selama 1 minggu dalam rangka Festival Anak Saleh Indonesia (FASI). Ga kalah dengan kota-kota lainnya di Indonesia, kota ini juga mempunyai banyak tempat menarik. Beberapa tempat yang pernah kukunjungi selama di sana adalah Masjid Agung Baiturrahman, Gunongan, Museum Aceh, dan Makam Syahkuala.
11.  Takengon
Kota yang satu ini bukan pernah lagi kukunjungi tapi emang pernah menjadi tempat tinggalku selama lebih dari 10 thn. Mau tau bagaimana kehidupanku di sana. Nantikan jawabannya di catatanku selanjutnya. Hehehe…………. ^_^

Senin, 27 Juni 2011

Kota-kota di Jawa Tengah


Sungguh rugi seseorang jika ia tidak mengenal daerah tempat ia pernah tinggal. Hmmm… alangkah baiknya jika kita meluangkan waktu sejenak ditengah-tengah kesibukan kita untuk mengunjungi beberapa tempat menarik di kota tempat tinggal kita sebelum orang bertanya “Kamu pernah tinggal di ….. pasti pernah dong mengunjungi ….?”. Nah, aku kan sekarang tinggal di Jawa, tepatnya di Jawa Tengah, so biar aku ga lupa dengan pengalamanku mengunjungi beberapa kota di provinsi ini maka alangkah baiknya jika aku rangkum dalam catatan ini.
1.      Brebes
Ini adalah kota paling barat provinsi Jateng. Kota ini berbatasan dengan kota Cirebon di Provinsi Jawa Barat. Aku pernah ke sini beberapa kali, namun hanya untuk mengunjungi Bapakku yang tinggal di sana. Yah, aku hanya pernah melewati jalan pantai utaranya saja. Ada banyak tempat wisata dikota ini, namun aku belum pernah mengunjungi satu pun dari mereka. Yang kutahu, Brebes terkenal dengan telur asin dan bawang merahnya.
2.      Tegal
Nah, ini juga tetangganya Brebes, namun di sebelah timurnya. Aku pasti melewatinya kalau pergi ke Brebes. Aku juga pernah jalan-jalan di kota Tegal ini. Ada beberapa tempat menarik di sini, namun hanya beberapa saja yang pernah kukunjungi, yaitu pantai Purwahamba Indah di sebelah timur serta pemandian air panas Guci dan kebun strawberry di sebelah selatan.
3.      Pemalang
Hmmm… aku paling hafal sama kota yang satu ini. Secara gitu…. Ini tempat kelahiranku. Beberapa tempat yang pernah aku kunjungi di kota ini adalah Pantai Widuri di sebelah utara, Pantai Blendung di sebelah timur, kebun the Semugih di sebelah selatan, taman makam pahlawan, dan tugu-tugu peringatan pahlawan.
4.      Pekalongan
Aku pernah tinggal di kota ini selama 1,5 bulan dalam rangka KKN, tepatnya di kecamatan Talun, lumayan, bisa merasakan kehidupan masyarakat disini yang ramah-ramah. Disini aku hanya pernah pergi ke kebun teh Jolotigo. Kota ini terkenal dengan batiknya.
5.      Batang
Daerah Batang memang bergunung-gunung namun juga memiliki pantai yang indah dan masih alami. Ketika aku pulang ke Pemalang dengan kereta, pasti akan melihat pemandangan indah pantai Batang. Selain pantai yang masih alami itu, aku juga pernah ke pantai yang sudah buatan, yaitu di pantai Sigandu.
6.      Kendal
Aku juga pernah tinggal dikota ini selama 3 bulan dalam rangka praktek mengajar. Ku tinggal di dekat alun-alun. Ketika malam seperti alun-alun pada umumnya, alun-alun kota Kendal pun ramai oleh penjual atau pun pengunjung yang hanya sekedar jalan-jalan. Di kota ini aku juga penrah merasakan suasana pantai, yaitu di Pantai Ngebom di sebelah timur. Selain itu aku juga pernah ke pemandian air panas Nglimut, kebun teh Medini, dan desa wisata Limbangan.
7.      Semarang
Selain Pemalang, kota lain di Jateng ini yang juga paling ku hafal adalah Semarang. Ku tinggal disini kurang lebih selama 4 tahun. Banyak tempat menarik disini. Tempat-tempat wisata yang pernah aku kunjungi antara lain: masjid agung Baiturrahman, simpang lima, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Tugu Muda, kota lama Johar, bekas kebun binatang Tinjomoyo, air terjun Semirang, Rawa pening Ambarawa, Gedung Songo, Pantai Marina, Morokoco, dan Museum Ronggowarsito. Masih banyak tempat-tempat menarik disini yang tentunya ingin aku kunjungi. Apa saja…?? Nanti ya, dalam catatanku selanjutnya.

Pantai Marina, Semarang
 
Rumah adat Batang yang terdapat di Marokoco, Semarang
Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)
8.      Magelang
Di depan Candi Borobudur, Magelang
Kupernah ke sini dua kali, yang pertama waktu study tour MTs dan yang kedua waktu ke rumah teman saat liburan kuliah. Beberapa tempat menarik yang pernah ku kunjungi di sini adalah candi Borobudur dan air terjun Sekar Langit Grabag. Q juga semapt nginap 2 malam di rumah teman di desa Grabag, uhh udaranya segar banget karena terletak dilereng gunung Sumowono, pemandangannya juga masih alami, so sering dipake wat background foto prawedding.
Suasana pagi hari di kaki gunung Sumowono, Grabag, Magelang

9.      Purwokerto
Aku baru pernah ke sini satu kali, itu pun saat liburan kelas 6 SD. Waktu itu aku hanya mengunjungi jambore nasional pramuka di Baturaden.
10.  Banjarnegara
Yah, aku memang pernah ke kota ini satu kali pada tahun 2010, tapi hanya untuk menghadiri hajatan teman dan tidak untuk berwisata. Hehe…
11.  Salatiga
Aku pernah nginap di Salatiga selama tiga hari dan juga pernah melewatinya satu kali. Namun, jalan-jalan yang pernah kulakukan di sini adalah hanya di kawasan Ramayana saja.
12.  Sragen
Kota yang terkenal dengan situs Sangiran ini juga pernah kukunjungi dalam rangka kuliah lapangan Evolusi. Yupz… tepat sekali, tempat yang kukunjungi bersama teman-teman adalah situs Sangiran, tempat penemuan manusia purba terbanyak di dunia. Di sini ada beberapa tempat dan yang paling menarik adalah situs air asin.
Situs air asin, Sangiran, Sragen
13.  Solo
Siapa yang tak kenal kota Batik kedua ini setelah Pekalongan. Hmmm…. Tentunya ku pernah kesini dua kali. Yang pertama waktu study tour MTs dan yang kedua saat pulang dari mengunjungi Sangiran di Sragen. Saat keprgian pertamaku aku cuma nginap aja di Solo dan sedikit jalan-jalan pagi. Sedangkan kepergianku yang kedua aku juga hanya mengunjungi Pusat Grosir Solo (PGS) dan menikmati sedikit jalan-jalan disekitar PGS.
14.  Jepara
Kota yag terletak dipesisir utara pulau Jawa ini juga pernah ku kunjungi. Kupergi ke sana dua kali, yang pertama pergi dengan keluarga ibu kos untuk mengunjungi keluarga teman kosku yang ditimpa musibah di desa keled, kecamatan Keling. Kesan perjalanan pertamaku ini adalah bangunan masjid dan rumah disepanjang jalan, ya secara kota ini adalah kota ukir udah jelas arsitektur bangunannya antik-antik, selain itu juga hutan karetnya yag luas. Perjalananku yang kedua lebih kunikmati jalan-jalannya. Saat itu aku pergi mengunjungi pantai Kartini, Pulau Panjang dan pantai Bandengan. Ada lagi tempat menarik di sini yang ingin kukunjungi yaitu Karimun Jawa, mungkin aku harus sering menabung untuk dapat pergi ketempat ini.
15.  Demak
Nah kota wali ini juga pernah kukunjungi selama 3 kali. Saat yang pertama ku hanya lewat saja saat pergi ke Jepara, yang kedua aku sempat sholat magrib di masjid agung Demak dan makan malam didekat alun-alun, dan yang ketiga adalah untuk mengunjungi teman yang terkena musibah di desa Sari, kecamatan Gajah dan sholat di masjid agung Demak.