Jumat, 15 Maret 2019

Ucapan adalah Do'a

Lulus kuliah ketika ditanya orang "kapan nikah?"  Saya jawab saja "Secepatnya". Padahal saya tidak pacaran dan belum ada calonnya. Namun, beberapa bulan kemudian saya pun menikah.

Tiga tahun yang lalu saya pernah berharap dalam hati bahwa insya Allah 2 tahun lagi bisa daftar haji sama suami. Alhamdulillah 2 tahun kemudian terkabul.

Tahun lalu, ketika saya jenuh dengan banyaknya kerjaan, saya pun berkata kepada teman saya tahun depan saya mau cuti sajalah. Saat itu saya belum hamil. Dan benar saja, di awal tahun ini saya benar-benar cuti karena melahirkan.

Saat kelas 3 MTsN saya pernah berkata dalam hati kalau saya ingin jadi anak biasa saja. Benar saja, saat SMA saya benar-benar menjadi anak yang biasa saja. Padahal, dari SD hingga MTs saya selalu rangking 1, sering ikut lomba, dan dapat beasiswa. Saya pun sedikit menyesal. Kemudian, saya pun berusaha memperbaiki diri dan berhati-hati dalam berkata.

Terbukti bahwa ucapan adalah do'a. Jadi, ucapkanlah yang baik-baik. Insya Allah akan terkabul.

Sabtu, 23 Februari 2019

HARIAN EMAK

🌸Cuma emak-emak yang tau rasanya🌸

Niat mau subuhan di awal waktu, eh si dede ikut bangun minta mimi dan terus digendong. Subuhan pun akhirnya telat, gantian sama suami. Niat masak sarapan pun ga jadi. Suami pun sarapan sendiri beli di luar.

Si dede terus melek setelah dimandikan baru tidur. Si emak langsung sigap ambil handuk bersiap mau mandi. Eh... baru selangkah masuk kamar mandi, dengar tangisan dede. Mandi pun tertunda.

Dede kembali tidur dan akhirnya bisa mandi. Mandinya pun kilat ekspres, khawatir si dede bangun lagi. Bisa mandi dengan nikmat itu kalau weekend aja pas suami di rumah.

Habis mandi, perut keroncongan. Bikinlah telur ceplok yang masaknya superkilat. Bisa makan sampai selesai itu adalah anugerah. 👐

Kadang masak mie karena telur habis. Baru selesai dimasak, eh si dede bangun dan rewel. Jadilah mie itu dimakan ketika sudah dingin dan berubah jadi 2x lipat karena melar.

Mau masak untuk makan siang pun bershif-shif.
Shif 1 : kupas dan cuci bahan
Shif 2 : iris-iris
Shif 3 : memasak
Di sela-sela shif ada nyusuin, gendong, ganti popok, dan menidurkan dede.

Masak siang pun sekalian untuk makan malam. Eh... si ayah pulangnya malam dan sudah makan di luar.

Lagi sholat, eh si dede menangis keras. Sholat pun menjadi tidak khusyuk. Selesai sholat, langsung angkat si dede, berdo'a pun gagal.

Mau nyetrika, baru dapat sepotong dede udah bangun dan rewel. Jadilah setrikaan menggunung beranak-pinak. Akhirnya nyetrikanya mendadak kalau mau dipakai.

Ngelonin dede biar tidur lagi sehingga emak bisa kerja, eh malah nggak tidur-tidur. Kalau pun tidur, emaknya ikut ketiduran.

Malam hari, si emak sudah lelah, eh malah bergadang karena si dede melek dan rewel😭😭
***
Kondisi-kondisi seperti ini pasti sering dialami emak-emak ketika punya bayi. Kalau nggak kuat pasti stres. Sehingga perlu piknik. Tapi rumah akan terasa sepi tanpa kehadiran buah hati. Bahkan ketika kita berpisah dengan mereka, kita pun akan merindukannya.

Cuti saya tinggal sehari lagi. Insya Allah lusa sudah berangkat kerja. Alhamdulillah tempat saya bekerja ramah anak, ada TPAnya sehingga saya bisa membawa si kecil.
Semangat buat emak yang bekerja di luar dan di rumah juga.

Dipublikasikan pertama kali di Facebook saya
Amaranthi Andam
Sabtu, 23 Februari 2019

Rencana Allah Begitu Indah

Pernah nggak teman-teman menghubungkan antar satu peristiwa dengan peristiwa lain? Kalau saya sering sekali seperti itu.

Terkadang kita sudah berharap dan merencanakan sesuatu seindah mungkin, tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Timbullah kekecewaan karenanya.

Terkadang kita sudah berdo'a dan berusaha tapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan kita. 

Sebagai manusia, saya pernah seperti itu. Namun, begitu saya menghubungkan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi dalam hidup saya, saya pun berpikir bahwa "Allah sudah merencanalan semua itu dengan baik dan akan indah pada waktunya".

Sebagai contoh, saat kuliah S1 saya tidak pernah mendapatkan beasiswa. Saya sudah sering mengajukan, saya aktif di organisasi, dan memiliki IPK yang bagus. Namun, justru setelah lulus S1 saya langsung mendapatkan Beasiswa Unggulan S2 sampai lulus dari  BPKLN Kemendiknas.

Contoh lain, 31 Agustus 2013, tesis saya sudah di ACC oleh kedua pembimbing saya dan diap diujikan. Kalau langsung diujikan, saya lulus S2 dalam waktu 1,5 tahun dan merupakan mahasiswa ke-2 yang lulusnya tercepat. Namun, Allah berkehendak lain. Kedua dosen pembimbing saya pada pergi keluar negeri begitu ACC tesis saya yang belum sempat diujikan. Saya pun menunggu 2 bulan lamanya untuk melaksanakan sidang tesis. Disaat penantian 2 bulan itulah ayah saya sakit keras. Dirawat di rumah sakit berkali-kali dan meninggal di bulan oktober 2013. Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk merawat beliau dan berada di sisinya sampai akhir hayat. Seandainya begitu ACC saya langsung sidang tesis mungkin saya akan sibuk dengan revisi dan bisa merawat ayah saya. Saya pun akhirnya sidang tesis tanggal 13 Desember 2013. Tanggal yang cantik.

Contoh yang lain lagi. Kakak saya sudah menikah 5 tahun baru punya anak. Kakak saya Menikah di tahun 2011. Saat itu, suaminya masih sibuk bolak-balik ke Jakarta untuk kuliah dan masih berstatus pegawai honorer di tempat kerjanya. Tahun 2013 ayah saya meninggal, Alhamdulillah kakak saya sempat merawatnya. Padahal kakak tinggal di luar kota dan mertuanya juga sedang sakit. Di bukan yang sama mertuanya juga meninggal. Seandainya saat itu dia sudah punya anak mungkin akan kerepotan mengurus ayah dan mertua yang sakit. Apalagi ditinggal suami yang bolak-balik Jakarta. Anak pertamanya lahir 2016, saat itu suaminya baru diangkat jadi PNS dan juga sudah memiliki rumah sendiri. Sekarang anaknya malah sudah 2. 

Itu beberapa contoh yang terjadi dalam hidup saya. Masih banyak contoh-contoh yang lain. Jadi intinya kita harus mensyukuri apa yang terjadi saat ini. Allah sudah merencanakan hal baik dan indah untuk kita.

Senin, 31 Desember 2018

Akhir Tahun 2018 yang Melelahkan

3 - 14 des 2018
Mamah sibuk mengisi rapot yang njelimet dan berlembar-lembar. Padahal rasanya sudah cepat lelah karena dede sudah hampir 9 bulan di perut mamah.Wahnan ala wahnin. Lemah yang bertambah-tambah.

Sabtu, 15 des 2018
Mamah masih berangkat sekolah untuk membagikan rapot anak-anak kelas 6. Mamah juga masih naik motor sendiri meskipun perut ini udah besar banget dan dede aktif banget geraknya. Berat badan mamah saja sudah naik 16 kg. 

Pagi tadi juga ayah berangkat ke Bandungan selama 3 hari untuk mengikuti In House Training (IHT) sekolahnya. Selama hamil dede ayah memang sering pergi ke luar kota. Mamah dan kakak saja di rumah.

Minggu, 16 des 2018
Dengkul kanan kaki kakak bengkak setelah bangun tidur siang sehingga kakak jalannya jinjit. Mamah kira habis digigit hewan apa sampai mamah nyari-nyari di kasur tapi tidak nemu juga.

Jam 11 malam ayah pulang. Ternyata IHT-nya dipercepat. Mamah pun cerita tentang kaki kakak.

Senin, 17 des 2018
Bangun tidur kakak ga bisa jalan. Jam 7 pagi kakak dibawa ke tukang pijat oleh ayah dan bude Nur karena mamah udah ga kuat kalau pergi-pergi apalagi kalau harus gendong kakak. 

Jam 10 pagi kakak baru pulang dan ternyata ga jadi dipijat karena tukang pijatnya ga berani mijat dan malah menganjurkan untuk ke dr. Nurohim saja. Tapi jam segitu dr nya sudah ga diklinik.

Sorenya, kakak pun dibawa ke dr. Nurohim. Kakak udah bisa jalan meski harus jinjit. Kali ini ayah dan mamah yang ngantar.

Selasa, 18 des 2018
Pagi ini ayah mengantar mamah ke puskesmas untuk cek HB. Sementara kakak dititipkan di mbah. Setelah dari puskesmas, mamah mampir pasar sebentar untuk membeli ember, hanger, dan sapu.

Sorenya mamah periksa ke dr. Retno diantar ayah. Kakak juga ikut. Dari hasil pemeriksaan bahwa dede sudah 9 bulan di perut mamah dan keadaanya baik-baik saja, denyut jantungnya bagus dan beratnya sudah cukup untuk dilahirkan. Kemungkinan mamah harus operasi saecar lagi untuk melahirkan dede seperti kakak dulu. Mulai jum'at tanggal 21 des dr. Retno sudah cuti sampai tahun baru. Sabtu tanggal 22 juga pak jundan sudah cuti. Mamah sama ayah pun jadi bingung mau melahirkan kamu kapan. Kalau mau menunggu sampai kontraksi, belum tentu nanti ada dokternya. Mamah malah nanti dirujuk sana-sini.

Akhirnya, mamah dan ayah memutuskan untuk melahirkan dede hari kamis tanggal 20 des 2018. Dengan pertimbangan sebelum dokter pada cuti dan ayah juga masih libur sekolah.

Rabu, 19 des 2018
Acaranya hari ini bersih-bersih rumah. Ayah juga masih sempat berangkat sekolah. Sorenya slametan "procotan".

Kamis, 20 des 2017
Pagi-pagi ayah mengantar kakak ke rumah mbah. Kemudian jam 8 mamah, ayah, dan ditemani mak jum pergi ke rumah sakit untuk melahirkan dede.

Jam 16.20 dede pun lahir dengan jenis kelamin laki-laki, berat badan 2.700 gr dan panjang 46 cm. Dede langsung dimandikan dan dibawa ke ruang observasi.

Sampai jam 9 malam dede ga datang-datang ke kamar mamah padahal mamah sudah ingin melihat dan kumpul sama dede. Ternyata dede harus dirawat di ruang perinatologi karena sesak napas dan gangguan jantung. 

Ya Allah, berharap besok sudah baikan. Mamah pun tidak bisa tidur karena merasakan nyeri setelah operasi dan memikirkan dede.

Jum'at, 21 des 2018
Mamah berusaha untuk bisa duduk dan jalan meski rasanya masih sangat nyeri. Mamah ingin sekali lihat dede di ruang perinatologi.

Sore ini dede mulai minum. Mamah pun berusaha mompa ASI. Alhamdulillah ASI langsung keluar meski sedikit dan langsung dibawa ayah ke ruang dede.

Sabtu, 22 des 2018
Pagi, siang, dan sore mamah mompa ASI dan ayah selalu setia mengantarkan dari ruang mamah di lantai 1 sebelah barat ke ruang dede di lantai 2 srbelah timur rumah sakit yang jaraknya lumayan dari tempat mamah.

Sore hari, Mamah akhirnya bisa melihat dede di ruang perinatologi. Mamah didorong ayah naik kursi roda dan saat masuk ruangan mamah harus jalan meski harus tertatih-tatih. Sedih rasanya lihat dede yang diimpus.

Minggu, 23 des 2018
Minggu pagi Mamah sudah boleh pulang. Namun dede masih harus dirawat. Perasaan mamah ga karuan. Melahirkan tapi selama di 4 hari di rumah sakit ga kumpul dengan bayinya, Tentu saja sedih. Sebelum pulang mamah sempatkan lihat dede sambil membawa sebotol ASI. Sedih rasanya harus meninggalkan dede. 4 hari di RS tapi ga kumpul sama dede. Kebayang juga nanti ayah harus nunggu dede di ruang tunggu ICU, berdesakan dengan keluarga pasien lain.

Pukul 12.00 mamah sudah sampai rumah ditemani mak jum. Bu tarmi dan anaknya yang mengantar kami. Beliau teman ayah yang sudah seperti saudara sendiri. Beliau langsung pamit pulang. Mak jum juga langsung pulang setelah membeli makan siang. Mamah pun sendiri di rumah. Kakak masih di tempat mbah.

Pukul 13.00 mamah sudah siap mau istirahat. Tiba-tiba ada pesan dari ayah kalau dede boleh pulang. Alhamdulillah... betapa senangnya mamah saat itu. Meski di rumah sakit kita berpisah tapi di rumah kita berkumpul di hari yang sama. Pas waktu ashar dede pun sampai rumah. Bu tarmi lagi yang mengantar. 


Kamis, 27 des 2018
Sudah 1 minggu umur dede dan sudah 4 hari di rumah. Sore ini dede kontrol ke RS. Jam 3 sore dede berangkat ditemani ayah dan bude nur. Mamah ga bisa ikut karena masih sulit untuk gerak. 

Jam 7 malam dede belum pulang juga dan ternyata dede harus dirawat lagi di Rs. Bilirubin dede tinggi sehingga kulitnya agak kuning. Dede perlu disinar agar kembali normal. Untuk jantungnya Alhamdulillah normal. 

Minggu, 30 des 2018
Alhamdulillah hari ini dede pulang. Dirawat 2 hari 3 malam, ayah selalu setia dalam sehar 2xPp untuk mengantar ASI dan menjenguk dede. Alhamdulillah ASI lancar terus dan selalu tersuplai buat dede. Ayah memang strong. Liburannya mengurus 2 balita sekaligus. Kadang-kadang kakak pulang ke rumah dan setelah punya dede dia jadi rewel. Inginnya ada-ada saja dan harus dituruti. Semuanya serba ayah. Ayah juga yang mandikan, mengganti pakaian,dan bergadang demi dede. Mamah masih dalam masa pemulihan pasca saecar. Meski masih nyeri, mamah sebisa mungkin ngurus diri mamah sendiri agar tidak membebani ayah. Tapi mamah belum bisa bantu ayah.

Hari ini usia kakak juga genap 3 tahun. Tapi mamah belum bisa bagi-bagi jajan seperti tahun-tahun sebelumnya karena mamah belum pulih. Insya Allah tahun depan syukurannya bareng dengan dede.

Rabu, 29 November 2017

Festival Bahasa SD IT Al Kautsar 2017



Bertepatan dengan hari guru tanggal 25 November 2017, SD IT Al Kautsar mengadakan acara Festival Bahasa dengan mengusung tema "Peran Bahasa dalam Membangun Karakter Bangsa". Acara ini dihadiri oleh semua siswa SD IT Al Kautsar beserta orang tua/walinya yang berjumlah 224 orang. Acara ini juga turut mengundang Camat Brangsong, Kepala UPTD, Kapolsek, Danramil, dan KB-TK serta Paud yang berada di sekitar SD IT Al Kautsar.

Panggung Festival Bahasa

Acara diawali oleh pentas seni siswa dengan menyanyikan lagu Mars SD IT Al Kautsar dan dilanjutkan dengan penampilan celoteh anak, nasyid, puisi, pidato, dan cerita islami.
Penampilan Kak Bimo
Acara pun semakin menarik dengan penampilan drama dengan judul "Api Surabaya" yang disutradarai langsung oleh Kepala SD IT Al Kautsar Ustadz Eko Widyono, S.Pd. Drama Api Surabaya mengisahkan tentang insiden di Hotel Yamato Surabaya yang terjadi pada tanggal 10 November 1945. Drama inj diperankan oleh siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6.
Selain pentas seni dan drama, acara ini juga dimeriahkan oleh Kak Bimo dari Yogyakarta.  Dalam kesempatan ini Kak Bimo membawakan dongeng tentang anak sholeh yang masuk surga. Para siswa dan hadirin yang hadir sangat antusias sekali menyaksikan dongeng yang dibawakan oleh Kak Bimo.
Ditulis oleh:
Siti Amaranthi Andam, S.Pd., M.Si.
Guru Kelas 6 SD IT Al Kautsar
MC Festival Bahasa

Tim Drama Api Surabaya

Market Day ikut meramaikan acara

Senin, 17 Juli 2017

Liburan

Liburan lebaran plus liburan sekolahnya sudah hampir berakhir tapi ceritanya baru saja ditulis karena kemaren-kemaren si penulis sibuk liburan. Hehe... saya sok sibuk banget yak. Gapapalah sebelum ceritanya hilang ditelan bumi karena saya juga manusia biasa ysng kadang-kadang lupa.

Seperti biasa, lebaran tahun ini saya juga mudik ke pemalang ke rumah orang tua saya. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya saya juga memilih naik kereta🚂 karena nyaman buat saya dan si kecil. Bedanya kalau dulu saat nunggu kereta shakila cuma duduk manis dipangkuan saya sekarang mah maunya gerak kemana-mana karena sudah bisa jalan. Ayahnyalah yang ngalahi jadi bodyguard-nya. Untung saja pas di kereta shakila anteng banget. Sangking antengnya malah ketiduran. Padahal saya kan mau nunjukkan laut yang dilewati selama perjalanan. Eh pas perjalanan balik shakila juga bobo lagi. Gagal deh nunjukkan lainnya. Eits... ga juga karena nanti ada edisinya sendiri. Gapapalah daripada dia ga mau diam di atas kereta dan minta jalan-jalan trus.

Di pemalang kami ga lama hanya sekitar 1 minggu saja dan rasanya kurang banget karena waktu terasa berjalan begitu cepat. Seperti biasa, kalau lebaran tiba pastilah rumah ibu rame karena hampir semua adiknya kumpul. Ya sekitar 25 orang lah 😁😁😁 dalam se rumah. Sehingga waktu masak makanan lebaran seperti mau hajatan saja. Alhamdulillah tahun ini saya bisa mudik sebelum lebaran sehingga bisa lebaran di pemalang.

Selama di pemalang kami diberi kesempatan bersilaturahmi ke rumah saudara. Shakila yang awalnya saya kira akan malu eh malah yang paling terdepan dalam nyomot jajan dan minuman gelas. Jajan apa aja dia coba. Alhamdulillah ni anak doyanan. Cuma saya sedikit ga enak sama tuan rumah karena shakila kadang bikin rumah orang kotor karena rekahan jajan.

Kami ga lama di pemalang. Cuma seminggu doank dan waktu liburan pun masih panjang. Sehingga bisa buat piknik. Pikniknya pun ga jauh, cuma sekitar kendal saja. Misi jalan-jalan kali ini hanya dua yaitu  mau mengenalkan shakila sama laut dan kolam renang umum.

Misi 1
Alhasil shakila pun diajak pergi ke Pantai Ngebum dan hasilnya nihil. Misi 1 gatol alias gagal total. Shakila pun belum mau turun ke air laut. Mungkin karena lautnta kaya cendol banyak orangnya dan dia malu 🙈

Misi 2
Shakila kami ajak ke kolam renang Tirto Arum. Awalnya dia juga takut nyemplung. Untung si ayah ga menyerah, mencoba dan mencoba sampai setengah jam lamanya dan shakila pun akhirnya mau turun juga. Tapi ga lama-lama, maen airnya cuma setengah jam aja jadi totalnya 1 jam karena saya khawatir shakila masuk angin. Yang penting dia udah ga takut lagi. Eh benar saja, walau udah ganti baju shakila masi pengin nyemplung. Yes,,, misi 2 berhasil 👏👏👏

Setelah berenang di kolam renang besoknya tante ragil datang. Shakila jadi ada temannya deh. Alhamdulilla adik saya yang bungsu ini rajin sekali datang jauh-jauh dari pemalang untuk mengunjungi kakak-kakaknya di pekalongan dan kendal di sela-sela liburannya. Sayangnya tante ragil cuma 4 hari doank di kendal karena mau balik ke yogya.

Yap itu tadi sepenggal kisah liburan plus plus shakila. Semoga bisa libur lagi sehingga bisa jalan-jalan lagi 😃😃😃

Senin, 05 Juni 2017

My Princess Shakila


Shakilaku (Andam, 2017)

Memasuki bulan Juni ini usia Shakila sudah hampir 1,5 tahun. Sudah banyak perkembangannya dari dia lahir. Awalnya kemampuan motoriknya agak lambat dibanding bayi seusianya. Shakila baru bisa tengkurap umur 6 bulan, bisa merangkak dan berdiri umur 12 bulan, dan bisa berjalan umur 15 bulan dan sekarang sudah bisa berlari. Hal itu sering membuat ibunya ini harus terus waspada, khawatir kalau dia jatuh.  Umur 11 bulan baru tumbuh gigi, sekarang aja giginya baru 6. Giginya yang besar seperti kelinci membuatnya lucu ketika tertawa. Alhamdulillah sekarang Shakila tumbuh menjadi anak yang menggemaskan dan menyenangkan banyak orang.
Selain mengalami perkembangan, Shakila juga mengalami pertumbuhan. Dari bayi yang Cuma 2,7 kg sekarang udah 10,5 kg. Sekarang badannya gemuk ginuk-ginuk karena doyan banget sama makanan, apa aja di makan. Kadang juga nyerobot makanan yang sedang dimakan orang. Sampai-sampai saya sering khawatir kalau dia makan sembarangan.
Selain badannya yang ginuk-ginuk, rambutnya juga ga kalah pertumbuhannya. Rambutnya yang tadinya sedikit terus digundul pas 40 hari sekarang udah panjang, udah bisa dikucir macam-macam.