Senin, 31 Desember 2018

Akhir Tahun 2018 yang Melelahkan

3 - 14 des 2018
Mamah sibuk mengisi rapot yang njelimet dan berlembar-lembar. Padahal rasanya sudah cepat lelah karena dede sudah hampir 9 bulan di perut mamah.Wahnan ala wahnin. Lemah yang bertambah-tambah.

Sabtu, 15 des 2018
Mamah masih berangkat sekolah untuk membagikan rapot anak-anak kelas 6. Mamah juga masih naik motor sendiri meskipun perut ini udah besar banget dan dede aktif banget geraknya. Berat badan mamah saja sudah naik 16 kg. 

Pagi tadi juga ayah berangkat ke Bandungan selama 3 hari untuk mengikuti In House Training (IHT) sekolahnya. Selama hamil dede ayah memang sering pergi ke luar kota. Mamah dan kakak saja di rumah.

Minggu, 16 des 2018
Dengkul kanan kaki kakak bengkak setelah bangun tidur siang sehingga kakak jalannya jinjit. Mamah kira habis digigit hewan apa sampai mamah nyari-nyari di kasur tapi tidak nemu juga.

Jam 11 malam ayah pulang. Ternyata IHT-nya dipercepat. Mamah pun cerita tentang kaki kakak.

Senin, 17 des 2018
Bangun tidur kakak ga bisa jalan. Jam 7 pagi kakak dibawa ke tukang pijat oleh ayah dan bude Nur karena mamah udah ga kuat kalau pergi-pergi apalagi kalau harus gendong kakak. 

Jam 10 pagi kakak baru pulang dan ternyata ga jadi dipijat karena tukang pijatnya ga berani mijat dan malah menganjurkan untuk ke dr. Nurohim saja. Tapi jam segitu dr nya sudah ga diklinik.

Sorenya, kakak pun dibawa ke dr. Nurohim. Kakak udah bisa jalan meski harus jinjit. Kali ini ayah dan mamah yang ngantar.

Selasa, 18 des 2018
Pagi ini ayah mengantar mamah ke puskesmas untuk cek HB. Sementara kakak dititipkan di mbah. Setelah dari puskesmas, mamah mampir pasar sebentar untuk membeli ember, hanger, dan sapu.

Sorenya mamah periksa ke dr. Retno diantar ayah. Kakak juga ikut. Dari hasil pemeriksaan bahwa dede sudah 9 bulan di perut mamah dan keadaanya baik-baik saja, denyut jantungnya bagus dan beratnya sudah cukup untuk dilahirkan. Kemungkinan mamah harus operasi saecar lagi untuk melahirkan dede seperti kakak dulu. Mulai jum'at tanggal 21 des dr. Retno sudah cuti sampai tahun baru. Sabtu tanggal 22 juga pak jundan sudah cuti. Mamah sama ayah pun jadi bingung mau melahirkan kamu kapan. Kalau mau menunggu sampai kontraksi, belum tentu nanti ada dokternya. Mamah malah nanti dirujuk sana-sini.

Akhirnya, mamah dan ayah memutuskan untuk melahirkan dede hari kamis tanggal 20 des 2018. Dengan pertimbangan sebelum dokter pada cuti dan ayah juga masih libur sekolah.

Rabu, 19 des 2018
Acaranya hari ini bersih-bersih rumah. Ayah juga masih sempat berangkat sekolah. Sorenya slametan "procotan".

Kamis, 20 des 2017
Pagi-pagi ayah mengantar kakak ke rumah mbah. Kemudian jam 8 mamah, ayah, dan ditemani mak jum pergi ke rumah sakit untuk melahirkan dede.

Jam 16.20 dede pun lahir dengan jenis kelamin laki-laki, berat badan 2.700 gr dan panjang 46 cm. Dede langsung dimandikan dan dibawa ke ruang observasi.

Sampai jam 9 malam dede ga datang-datang ke kamar mamah padahal mamah sudah ingin melihat dan kumpul sama dede. Ternyata dede harus dirawat di ruang perinatologi karena sesak napas dan gangguan jantung. 

Ya Allah, berharap besok sudah baikan. Mamah pun tidak bisa tidur karena merasakan nyeri setelah operasi dan memikirkan dede.

Jum'at, 21 des 2018
Mamah berusaha untuk bisa duduk dan jalan meski rasanya masih sangat nyeri. Mamah ingin sekali lihat dede di ruang perinatologi.

Sore ini dede mulai minum. Mamah pun berusaha mompa ASI. Alhamdulillah ASI langsung keluar meski sedikit dan langsung dibawa ayah ke ruang dede.

Sabtu, 22 des 2018
Pagi, siang, dan sore mamah mompa ASI dan ayah selalu setia mengantarkan dari ruang mamah di lantai 1 sebelah barat ke ruang dede di lantai 2 srbelah timur rumah sakit yang jaraknya lumayan dari tempat mamah.

Sore hari, Mamah akhirnya bisa melihat dede di ruang perinatologi. Mamah didorong ayah naik kursi roda dan saat masuk ruangan mamah harus jalan meski harus tertatih-tatih. Sedih rasanya lihat dede yang diimpus.

Minggu, 23 des 2018
Minggu pagi Mamah sudah boleh pulang. Namun dede masih harus dirawat. Perasaan mamah ga karuan. Melahirkan tapi selama di 4 hari di rumah sakit ga kumpul dengan bayinya, Tentu saja sedih. Sebelum pulang mamah sempatkan lihat dede sambil membawa sebotol ASI. Sedih rasanya harus meninggalkan dede. 4 hari di RS tapi ga kumpul sama dede. Kebayang juga nanti ayah harus nunggu dede di ruang tunggu ICU, berdesakan dengan keluarga pasien lain.

Pukul 12.00 mamah sudah sampai rumah ditemani mak jum. Bu tarmi dan anaknya yang mengantar kami. Beliau teman ayah yang sudah seperti saudara sendiri. Beliau langsung pamit pulang. Mak jum juga langsung pulang setelah membeli makan siang. Mamah pun sendiri di rumah. Kakak masih di tempat mbah.

Pukul 13.00 mamah sudah siap mau istirahat. Tiba-tiba ada pesan dari ayah kalau dede boleh pulang. Alhamdulillah... betapa senangnya mamah saat itu. Meski di rumah sakit kita berpisah tapi di rumah kita berkumpul di hari yang sama. Pas waktu ashar dede pun sampai rumah. Bu tarmi lagi yang mengantar. 


Kamis, 27 des 2018
Sudah 1 minggu umur dede dan sudah 4 hari di rumah. Sore ini dede kontrol ke RS. Jam 3 sore dede berangkat ditemani ayah dan bude nur. Mamah ga bisa ikut karena masih sulit untuk gerak. 

Jam 7 malam dede belum pulang juga dan ternyata dede harus dirawat lagi di Rs. Bilirubin dede tinggi sehingga kulitnya agak kuning. Dede perlu disinar agar kembali normal. Untuk jantungnya Alhamdulillah normal. 

Minggu, 30 des 2018
Alhamdulillah hari ini dede pulang. Dirawat 2 hari 3 malam, ayah selalu setia dalam sehar 2xPp untuk mengantar ASI dan menjenguk dede. Alhamdulillah ASI lancar terus dan selalu tersuplai buat dede. Ayah memang strong. Liburannya mengurus 2 balita sekaligus. Kadang-kadang kakak pulang ke rumah dan setelah punya dede dia jadi rewel. Inginnya ada-ada saja dan harus dituruti. Semuanya serba ayah. Ayah juga yang mandikan, mengganti pakaian,dan bergadang demi dede. Mamah masih dalam masa pemulihan pasca saecar. Meski masih nyeri, mamah sebisa mungkin ngurus diri mamah sendiri agar tidak membebani ayah. Tapi mamah belum bisa bantu ayah.

Hari ini usia kakak juga genap 3 tahun. Tapi mamah belum bisa bagi-bagi jajan seperti tahun-tahun sebelumnya karena mamah belum pulih. Insya Allah tahun depan syukurannya bareng dengan dede.

Rabu, 29 November 2017

Festival Bahasa SD IT Al Kautsar 2017



Bertepatan dengan hari guru tanggal 25 November 2017, SD IT Al Kautsar mengadakan acara Festival Bahasa dengan mengusung tema "Peran Bahasa dalam Membangun Karakter Bangsa". Acara ini dihadiri oleh semua siswa SD IT Al Kautsar beserta orang tua/walinya yang berjumlah 224 orang. Acara ini juga turut mengundang Camat Brangsong, Kepala UPTD, Kapolsek, Danramil, dan KB-TK serta Paud yang berada di sekitar SD IT Al Kautsar.

Panggung Festival Bahasa

Acara diawali oleh pentas seni siswa dengan menyanyikan lagu Mars SD IT Al Kautsar dan dilanjutkan dengan penampilan celoteh anak, nasyid, puisi, pidato, dan cerita islami.
Penampilan Kak Bimo
Acara pun semakin menarik dengan penampilan drama dengan judul "Api Surabaya" yang disutradarai langsung oleh Kepala SD IT Al Kautsar Ustadz Eko Widyono, S.Pd. Drama Api Surabaya mengisahkan tentang insiden di Hotel Yamato Surabaya yang terjadi pada tanggal 10 November 1945. Drama inj diperankan oleh siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6.
Selain pentas seni dan drama, acara ini juga dimeriahkan oleh Kak Bimo dari Yogyakarta.  Dalam kesempatan ini Kak Bimo membawakan dongeng tentang anak sholeh yang masuk surga. Para siswa dan hadirin yang hadir sangat antusias sekali menyaksikan dongeng yang dibawakan oleh Kak Bimo.
Ditulis oleh:
Siti Amaranthi Andam, S.Pd., M.Si.
Guru Kelas 6 SD IT Al Kautsar
MC Festival Bahasa

Tim Drama Api Surabaya

Market Day ikut meramaikan acara

Senin, 17 Juli 2017

Liburan

Liburan lebaran plus liburan sekolahnya sudah hampir berakhir tapi ceritanya baru saja ditulis karena kemaren-kemaren si penulis sibuk liburan. Hehe... saya sok sibuk banget yak. Gapapalah sebelum ceritanya hilang ditelan bumi karena saya juga manusia biasa ysng kadang-kadang lupa.

Seperti biasa, lebaran tahun ini saya juga mudik ke pemalang ke rumah orang tua saya. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya saya juga memilih naik kereta🚂 karena nyaman buat saya dan si kecil. Bedanya kalau dulu saat nunggu kereta shakila cuma duduk manis dipangkuan saya sekarang mah maunya gerak kemana-mana karena sudah bisa jalan. Ayahnyalah yang ngalahi jadi bodyguard-nya. Untung saja pas di kereta shakila anteng banget. Sangking antengnya malah ketiduran. Padahal saya kan mau nunjukkan laut yang dilewati selama perjalanan. Eh pas perjalanan balik shakila juga bobo lagi. Gagal deh nunjukkan lainnya. Eits... ga juga karena nanti ada edisinya sendiri. Gapapalah daripada dia ga mau diam di atas kereta dan minta jalan-jalan trus.

Di pemalang kami ga lama hanya sekitar 1 minggu saja dan rasanya kurang banget karena waktu terasa berjalan begitu cepat. Seperti biasa, kalau lebaran tiba pastilah rumah ibu rame karena hampir semua adiknya kumpul. Ya sekitar 25 orang lah 😁😁😁 dalam se rumah. Sehingga waktu masak makanan lebaran seperti mau hajatan saja. Alhamdulillah tahun ini saya bisa mudik sebelum lebaran sehingga bisa lebaran di pemalang.

Selama di pemalang kami diberi kesempatan bersilaturahmi ke rumah saudara. Shakila yang awalnya saya kira akan malu eh malah yang paling terdepan dalam nyomot jajan dan minuman gelas. Jajan apa aja dia coba. Alhamdulillah ni anak doyanan. Cuma saya sedikit ga enak sama tuan rumah karena shakila kadang bikin rumah orang kotor karena rekahan jajan.

Kami ga lama di pemalang. Cuma seminggu doank dan waktu liburan pun masih panjang. Sehingga bisa buat piknik. Pikniknya pun ga jauh, cuma sekitar kendal saja. Misi jalan-jalan kali ini hanya dua yaitu  mau mengenalkan shakila sama laut dan kolam renang umum.

Misi 1
Alhasil shakila pun diajak pergi ke Pantai Ngebum dan hasilnya nihil. Misi 1 gatol alias gagal total. Shakila pun belum mau turun ke air laut. Mungkin karena lautnta kaya cendol banyak orangnya dan dia malu 🙈

Misi 2
Shakila kami ajak ke kolam renang Tirto Arum. Awalnya dia juga takut nyemplung. Untung si ayah ga menyerah, mencoba dan mencoba sampai setengah jam lamanya dan shakila pun akhirnya mau turun juga. Tapi ga lama-lama, maen airnya cuma setengah jam aja jadi totalnya 1 jam karena saya khawatir shakila masuk angin. Yang penting dia udah ga takut lagi. Eh benar saja, walau udah ganti baju shakila masi pengin nyemplung. Yes,,, misi 2 berhasil 👏👏👏

Setelah berenang di kolam renang besoknya tante ragil datang. Shakila jadi ada temannya deh. Alhamdulilla adik saya yang bungsu ini rajin sekali datang jauh-jauh dari pemalang untuk mengunjungi kakak-kakaknya di pekalongan dan kendal di sela-sela liburannya. Sayangnya tante ragil cuma 4 hari doank di kendal karena mau balik ke yogya.

Yap itu tadi sepenggal kisah liburan plus plus shakila. Semoga bisa libur lagi sehingga bisa jalan-jalan lagi 😃😃😃

Senin, 05 Juni 2017

My Princess Shakila


Shakilaku (Andam, 2017)

Memasuki bulan Juni ini usia Shakila sudah hampir 1,5 tahun. Sudah banyak perkembangannya dari dia lahir. Awalnya kemampuan motoriknya agak lambat dibanding bayi seusianya. Shakila baru bisa tengkurap umur 6 bulan, bisa merangkak dan berdiri umur 12 bulan, dan bisa berjalan umur 15 bulan dan sekarang sudah bisa berlari. Hal itu sering membuat ibunya ini harus terus waspada, khawatir kalau dia jatuh.  Umur 11 bulan baru tumbuh gigi, sekarang aja giginya baru 6. Giginya yang besar seperti kelinci membuatnya lucu ketika tertawa. Alhamdulillah sekarang Shakila tumbuh menjadi anak yang menggemaskan dan menyenangkan banyak orang.
Selain mengalami perkembangan, Shakila juga mengalami pertumbuhan. Dari bayi yang Cuma 2,7 kg sekarang udah 10,5 kg. Sekarang badannya gemuk ginuk-ginuk karena doyan banget sama makanan, apa aja di makan. Kadang juga nyerobot makanan yang sedang dimakan orang. Sampai-sampai saya sering khawatir kalau dia makan sembarangan.
Selain badannya yang ginuk-ginuk, rambutnya juga ga kalah pertumbuhannya. Rambutnya yang tadinya sedikit terus digundul pas 40 hari sekarang udah panjang, udah bisa dikucir macam-macam.

Sabtu, 05 September 2015

Awalan di SD IT Al Kautsar

             Yeeeee.... berhasil melalui masa training di SD IT Al-Kautsar Kendal selama 3 bulan. Sebelumnya nggak pernah kebayang kalau bakalan jadi guru SD. Bisa dibilang agak meleset dari cita-cita saya yang ingin jadi guru SMA. Hehehe....
             Mengajar di sini penuh tantangan, memadukan antara pendidikan di sekolah umum dan sekolah agama. Di sini juga seperti mengikuti jejak almarhum bapak yang kalau pagi ngajar SMA dan siangnya mengajar TPA. Lihat aja kelasnya, nggak jauh beda dengan kelas TPA Al-Furqon di Takengon sana. Bentuknya rumah panggung, terdapat taman di depannya, dan belajarnya ala-ala lesehan sehingga terasa santai.
            Tantangan terberat di sini adalah saya harus lebih bersabar menghadapi siswa dengan berbagai karakternya. Beda banget dengan siswa SMA yang lebih teratur dan mandiri, siswa SD cenderung lebih ramai alias ribut dan susah untuk dikendalikan. Suara saya sering kalah dengan mereka. Tidak jarang saya harus berteriak-teriak ketika mengajar.

Jumat, 05 Juni 2015

Kehamilan Pertamaku (Part 1)

Foto hasil USG (Andam, 2015)
Aduh nak, senang sekali ibu bisa melihatmu yang kini berada dalam perutku. Kau memang kado teristimewa untuk pernikahan ibu dan ayah. Syukur alhamdulillah sudah 2 bulan Allah menanamkanmu dalam rahimku. Siapa sangka kalau Allah langsung memberimu di awal pernikahan kami. Semoga ibu dan ayah bisa menjagamu nak.



Catatan dokter dan foto hasil USG (Andam, 2015)
Hari ini ibu dan ayah bisa melihatmu melalui tes USG. Panjang tubuhmu baru sekitar 25,26 mm. Kamu memang masih terlalu kecil, tapi ibu bisa melihat jantungmu berdenyut. Selama ini ibu hanya mual dan cepat lelah saja nak. Kata dokter, itu bagus karena ibu nggak muntah dan masih kuat. Semoga kita terus sehat ya nak. Ibu dan ayah siap menantikan kelahiranmu selama 7 bulan ke depan. Semoga kamu lahir sehat dan normal ya nak. Nggak apa-apa deh ibu sementara ini hanya di rumah saja jadi ibu rumah tangga, yang penting kita berdua sehat ya nak. Biar ayah dulu yang cari rezeki buat kita. 

Senin, 06 April 2015

Meet My Husband

“Jodoh akan datang tepat pada waktunya” atau “jodoh tiada yang sangka” sepertinya kedua kalimat ini memang tepat dan aku benar-benar membuktikannya.
Ya aku baru saja menikah dengan seorang pria yang sebelumnya tak pernah kukenal dan kutemui. Kalau ada orang yang bertanya berapa kali kalian bertemu sebelum menikah? Aku bahkan masih bisa menjawabnya, cukup dengan salam dua jari. Pertama, saat ia datang menemuiku untuk membuktikan keseriusannya. Kedua, saat ia datang ke rumahku bersama kedua orang tuanya. Pertemuan kedua ini bahkan kami tak saling berbicara sepatah katapun. Kalian pacaran? tidak jawabku. Lantas taarufan? Entahlah, aku sendiri tak dapat mendefinisikannya.
Aku mengenalnya pada bulan September 2014, tepat setahun setelah aku patah hati karena seorang pria yang ternyata PHP. Aku dan dia awalnya berkenalan di dunia maya. Pak Inu dan istrinya Bu Endang, sahabat ayahku yang mengenalkan kami lewat sosmed. Ia lelaki ke empat yang dikenalkan kepadaku. Aku merasa kurang sreg  dengan tiga lelaki sebelumnya dan aku langsung mengatakannya kepada Bu Endang, tanpa perlu basa-basi, aku juga tidak ingin menjadi seorang PHP. Saat Bu Endang mengenalkanku dengan pria keempat, entah kenapa aku merasa cocok. Kami pun mulai mengobrol di dunia maya, setiap obrolan rasanya nyambung saja. Setelah dua bulan lamanya kami ngobrol di dunia maya tanpa adanya progress, aku pun mulai bertanya-tanya dalam hati. “Ini orang maunya apa sih? Cuma iseng aja atau emang benar-benar serius?” beberapa minggu aku sempat menghindar dengan tidak memulai percakapan terlebih dahulu, dan saat itu dialah yang selalu mulai. Kemudian aku pun memberanikan diri untuk bertanya tentang keseriusannya pada akhir bulan November itu. Ya nggak usah nunggu ditembaklah, pria kadang perlu dipancing. Benar saja, saat kubertanya perihal keseriusannya, saat itu pula ia menjawab dengan tegas tentang keseriusannya sejak awal berkenalan. Aku pun memintanya untuk segera menemuiku sebelum tahun 2014 berakhir. Bagiku, waktu sebulan untuk memberinya kesempatan itu sudah cukup. Kalau dia tidak memenuhinya, aku akan mencari yang lain di tahun 2015. Umurku setiap hari selalu bertambah dan aku tidak ingin menyia-nyiakannya, apalagi umurku sudah sangat matang untuk membina rumah tangga.
Minggu, 28 Desember 2014 kami pun bertemu untuk yang pertama kalinya. Kami melewati hari itu beberapa jam bersama, ke toko buku dan makan siang.  Setelah itu kami pun pulang ke rumah kami masing-masing. Tak ada acara antar-antaran seperti tadi kami datang  juga sendiri-sendiri. Yang aku khawatirkan adalah setelah pertemuan itu ia akan merubah niatnya dan kami tidak akan bertemu lagi, tetapi ternyata kekhawatiranku tidak terjadi.

Dua malam kemudian ia pun menyatakan kembali tentang keseriusannya dan bersedia datang ke rumahku bersama kedua orang tuanya untuk menemui keluargaku. Sungguh membuatku terharu, ia memang benar-benar serius dan bertanggung jawab. Sebulan kemudian, tepatnya tanggal 1 February 2015, ia pun datang ke rumahku. Gayung pun bersambut, hari itu juga keluargaku dan keluarganya menentukan tanggal pernikahan kami. 5 April 2015, kami pun menikah. Alhamdulillah, Allah memang benar-benar mengabulkan do’aku bahwa tahun ini aku ingin menikah.