Jumat, 19 September 2014

Wisata Pemalang: Kuliner (Part 2)


Siapa bilang Pemalang nggak punya makanan khas. Ini dia makanan khas Pemalang yang saya kutip dari Buku “Profil Pariwisata 2014 Pemalang”. Kamu wajib mencobanya kalau berkunjung ke Kota Ikhlas ini.
1.      Nasi Grombyang
Nasi Grombyang (Sumber: kantinegogoth.com)
Sebutan nasi grombyang tak lain karena disajikan dengan banyak kuah. Sepintas terlihat mirip dengan rawon, hanya daging yang digunakan adalah daging kerbau. Lebih nikmat jika dinikmati dengan sate daging sapi dengan ukuran yang besar. Setiap sore, pedagang grombyang berjejer di sebelah utara Alun-Alun Pemalang. Jika siang hari, pengunjung dapat menikmatinya di Di Grombyang Bapak Warso, sebelah barat alun-alun atau Grombyang Bapak Waridin di Komplek Pertokoan Sirandu.
2.      Sate Loso
Sate Loso (Sumber: wisatakuliner.com)
Disamping rasanya yang bermacam-macam, ada manis, gurih, pedas, asam, dan daging terasa wangi, sate loso yang bahan dasarnya daging kerbau diyakini rendah kolesterol sehingga dampaknya aman bagi penyakit darah tinggi dan jantung. Disebut sate loso karena pencetusnya bernama Mbah Loso. Pengunjung dapat menikmatinya di Sate Loso Bapak Mulyono, jalan Urip Sumoharjo Pelutan atau di Jalan A.Yani Utara.
3.      Lontong Dekem
Lontong Dekem (Sumber: kepemalangan.com)
Bahannya tidak beda jauh berbeda dengan opor plus sambal goring, bedanya adalah makanan ini memakai daging bebek dan penyajiannya yang unik, yaitu mangkok yang sudah diberi irisan lontong disiram berulang kali dengan kuah kemudian ditumpahkan lagi. Mungkin inilah asal mula bernama dekem (rendam). Pengunjung dapat menikmatinya di dekat Alun-Alun Pemalang.
4.      Kue Kamir
Kue kamir (Sumber:indonesiakaya.com)
Kue ini terbuat dari adonan terigu, mentega, pisang ambon, tape, dan telur. Bentuknya pipih berwarna coklat, hampir menyerupai serabi. Makanan ini tersedia di berbagai toko di Jalan Jenderal Sudirman dan Pasar Pagi Pemalang.
5.      Rempeyek Kacang Hijau
Rempeyek ini menggunakan kacang hijau sebagai pengganti kacang tanah. Makanan ini dapat diperoleh di Pasar Pagi Pemalang.
Ogel-ogel (Sumber:bukalapak.com)
6.      Ogel-Ogel
Jenis makanan ringan dengan rasa yang gurih dan renyah. Makanan ini terbuat dari tepung beras ketan. Untuk membelinya, Anda dapat mengunjungi Toko Ogel-Ogel di BTN Kaligelang Pemalang.
7.      Keripik Buah Beger
Keripik buah ini tanpa bahan pengawet, lebih renyah, diolah dengan suhu rendah, warna dan rasa tidak berubah. Ada berbagai variasi yang ditawarkan, yaitu nanas, nangka, apel, dan salak. Untuk pembelian bisa menghubungi Bapak Abdul Munir (HP. 085878527535).

Minuman Vita Nas (Sumber:berniaga.com)
Selain kuliner di atas, Pemalang juga terkenal dengan produk perkebunannya, salah satunya adalah buah nanas madu. Selain dapat menikmatinya secara langsung tanpa diolah terlebih dahulu, kini juga tersedia berbagai produk olahannya seperti manisan nanas, dodol nanas, dan minuman segar rasa nanas dengan merk dagang “Vita Nas”. Memang sih, produk-produk ini masih sulit ditemui di pasaran. Terus dimana donk bisa memperolehnya? Tenang saja, untuk manisan dan dodol kamu dapat memperolehnya di Toko Ogel-Ogel UD Cipta Jaya di Blok H1  Bu Darsono 0284-321662 Perumahan BTN Kaligelang, Pemalang. Sedangkan untuk minuman Vita Nas kamu dapat memperolehnya di Perumahan Graha Pesona Blok P  No.2 Widuri Pemalang atau kontak HP 081904477988 atau 085842144855.
Sekarang udah nggak bingungkan cari kuliner khas Pemalang.

Kamis, 18 September 2014

Wisata Pemalang (Part 1)


Buku "Profil Pariwisata 2014 Pemalang" (Andam, 2014)
Alhamdulillah sore tadi saya berkesempatan mengunjungi Pemalang Expo yang digelar di Gedung Serba Guna Pemalang. Secara, jarang-jarang kan ada even seperti ini. Lumayan, dapat buku baru dan gratis pula untuk menambah buku koleksi saya, yaitu buku “Profil Pariwisata 2014 Pemalang” yang diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pemalang. Buat orang lain buku ini mungkin biasa saja tapi buat saya buku ini sangat bermanfaat sekali. Buku ini menyajikan informasi mengenai berbagai tempat wisata menarik yang ada di Kabupaten Pemalang, lengkap dengan informasi wisata kuliner, transportasi, dan akomodasinya. Tentu saja buku ini sangat bermanfaat sekali bagi saya dalam mengenal kota kelahiran saya ini, ya biar nggak buta Pemalang lah. Siapa tau kan ada teman yang main, saya pun jadi punya referensi. Hehe…
Mau tau tempat-tempat menarik apa saja yang ada di Pemalang? Yuk baca uraian berikut ini yang saya kutip dari buku “Profil Pariwisata 2014 Pemalang”.
1.     Pantai Widuri
Pantai Widuri terletak sekitar 2 Km ke arah Utara dari Pusat Kota Pemalang. Di Pantai ini kita dapat menjumpai adanya water park, dermaga, food court, dan sirkuit. Pengunjung bias menikmati pantai di dalam maupun diluar objek wisata Widuri.
2.     Pantai Keramat Sari (Blendung)
Pantai ini berupa pantai alami dengan hamparan pasir bersih yang terletak kurang lebih 32 Km timur laut Kota Pemalang yaitu di Desa Blendung Kecamatan Ulujami.
3.     Pantai Tingkir (Nyamplung Sari)
Tempatnya tak kalah menarik dengan Pantai Widuri dan Keramat Sari. Pantai ini terletak di Kecamatan Petarukan, sekitar 12 Km kea rah timur laut Kota Pemalang. Pantai ini banyak ditumbuhi Pohon Cemara dan Mangrove.
4.     Telaga Silating
Terletak sekitar 42 Km sebelah selatan Kota Pemalang, tepatnya di Desa Sikasur, Kecamatan Belik. Telaga ini dikelilingi oleh pohon-pohon yang rindang. Kita juga bisa menikmati sepeda air di telaga ini.
5.     Curug Bengkawah
Terletak tidak jauh dari Telaga Silating, sekitar 1 Km dan masih satu desa.
6.     Bukit Mendelem
Pertama kali saya melihat bukit ini saya dibuat takjub yang luar biasa. Bukit batu yang berdiri kokoh. Terletak di Desa Belik, Kecamatan Belik, tepat di belakang terminal Belik. Pohon-pohon hijau nan rindang mengelilingi bukit ini.
7.     Telaga Rengganis
Telaga ini terletak di Kecamatan Watukumpul dengan luas sekitar 1 Ha. Telaga ini dikelilingi oleh pepohonan pinus dan bersebelahan dengan Bukit Mendelem, hal ini menjadikan tempat disekitarnya sangat menarik untuk dijadikan objek heking dan camping.
8.     Agro Wisata Kebun Teh Semugih
Ini dia kebun tehnya orang Pemalang. Terletak di Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, sekitar 45 Km dari Pusat Kota Pemalang ke arah selatan.
9.     Pemandian Alam Moga
Pemandian ini bersumber dari mata air alami yang memancar dari bawah kola mini. Terletak di Desa Banyumudal Kecamatan Moga.
10.Jambe Kembar
Jambe Kembar merupakan objek wisata keluarga dengan suasana pegunungan dan pedesaan, dilengkapi dengan rumah makan, penginapan, dan water boom.
11.Zatobay Water Boom
Terletak di bagian timur Kota Pemalang. Fasilitas yang ditawarkan meliputi kolam arus, playground pool dan ember tumpah, kids pool dan air mancur, serta Olympic pool.
12.Rainbow Rafting Comal River
Rafting ini dikelola oleh PT Jeram Indah Sungai Comal. Rute yang ditempuh kurang lebih sepanjang 8 Km yang dimulai di Desa Kebanggan Moga sampai Desa Kecepit Moga.
13.Desa Wisata Cikendung
Desa wisata ini terletak di Kecamatan Pulosari. Selain tempatnya yang asri karena dikelilingi oleh pohon-pohon yang rindang dan air terjun Watu Lawang, pengunjung juga dapat menikmati penampilan kesenian Silakupang yang memadukan antara Sintren, Lais, Khuntulan, dan Kuda Kepang.  
14.Wisata Mangrove
Terletak di Desa Mojo Kecamatan Ulujami. Selain menikmati hutan mangrove, pengunjung juga dapat menikmati kuliner seafood, yaitu bandeng cabut duri dan kepiting soka.
15.Makam Syeh Maulana Syamsudin Tanjungsari
Terletak di sebelah selatan Pantai Tanjungsari Pemalang.
16.Makam Syeh Pandandjati
Terletak di Bantar Bolang.
17.Makam Pangeran Benowo
Terletak di Desa Penggarit Pemalang.

Senin, 01 September 2014

Alamat Palsu?


“Takut, gelisah, terharu, dan sedih,” kiranya begitulah gambaran saya ketika pertama kali naik travel di tahun 2010 lalu. Pergi mendadak demi mengurus nilai kuliah yang tak keluar, padahal saat itu saya sedang mengambil program kursus di Pare, Kediri. Tak tanggung-tanggung, saya naik travel di malam hari seorang diri untuk jarak yang lumayan jauh Kediri-Semarang yang memakan waktu sekitar 7 jam lamanya. Ngapain takut, toh banyak penumpang lain? Ini dia masalahnya, semua penumpang di mobil itu adalah pria kecuali saya, mereka juga sepertinya rombongan. Perasaan lega mulai saya rasakan ketika sang supir menaikkan seorang penumpang di tengah jalan yang merupakan seorang ibu. Kebetulan keesokan harinya saya ulang tahun. Tiba-tiba ayah saya menelepon untuk mengucapkan selamat ketika saya masih dalam perjalanan. Sms pun berdatangan dari teman-teman saya. Terharu rasanya mendengar dan membaca pesan-pesan mereka saat saya dalam kondisi yang tidak nyaman.
Itu adalah salah satu cerita ketika saya berpergian. Saya mungkin termasuk orang yang sering berpergian, sebagian karena memang disengaja namun tak jarang juga saya pergi secara mendadak. “Kamu enak ya mba, sering pergi-pergi terus jalan-jalan”, seorang teman berkata kepada saya. Dalam hati saya berpikir, enak sih enak jalan-jalannya tapi sebenarnya jalan-jalan bukanlah tujuan utama saya, itu cuma pintar-pintarnya saya saja menyelipkan jalan-jalan sebagai tujuan sampingan dengan tetap memanaje waktu dan  meminimkan anggaran. Belum lagi tak selalu perjalanan saya semulus dengan yang saya harapkan, tak jarang saya jatuh sakit setelah kembali ke rumah karena biasanya sekali pergi saya akan pergi ke beberapa kota sekaligus dan sekali menganggur ya memang benar-benar di rumah. Ada juga beberapa pengalaman menarik yang pernah saya alami yang tentunya memberi kesan tersendiri bagi saya seperti beberapa pengalaman lainnya yang akan saya ceritakan di sini.
“Penghuni Baru atau Penyelundup,” mungkin kata-kata itu sempat terlintas dalam pikiran teman-teman sekos dan ibu kos teman saya beberapa waktu lalu ketika saya pergi ke Yogya. Secara, saya menginap di kamar si Fefri sedangkan si Fefri sedang mudik. Trus kok saya bisa masuk? Nah, begini kronologinya. Saya harus ke Yogya secara mendadak untuk mengikuti tes di sebuah perguruan tinggi. Sebelumnya saya sudah ke kota ini beberapa kali dan selalu menginap di kosnya si Fefri. Sebelumnya Fefri sekamar dengan Kiki, ketika saya datang, kami pun jadi bertiga sekamar. Pada kedatangan saya kali ini si Fefri tengah mudik dan si Kiki sudah pindah kos dan pada waktu yang bersamaan keluarganya juga datang mengunjunginya. Sebenarnya ada seorang lagi yang saya kenal di Yogya, Eva namanya, dia adalah keponakan Fefri. Hanya saja dia tinggal di pondok dan tak bisa menerima tamu yang menginap. Saya sempat bingung, menginap di hotel rasanya tidak mungkin karena saya di Yogya bukan sehari dua hari tetapi satu minggu, kebayangkan berapa biaya yang harus saya keluarkan kalau saya harus menginap di hotel. Maklumlah, saya belum memperoleh pekerjaan sehingga saya juga harus mengirit pengeluaran seminim mungkin. Fefri pun menyarankan agar saya menginap saja di kosnya. Saya pun akhirnya mengambil langkah ini. Si Kiki menyambut kedatangan saya dan mengantarkan saya masuk ke kamar kosnya si Fefri. Setelah itu dia pun meninggalkan saya. Kosnya Fefri ini sangat sepi sekali, hanya ada 4 orang yang ngekos yang sangat jarang sekali berada di kos. Jadilah sehari-hari saya sendiri. Untuk bertahan hidup saya memasak sendiri di dapur dengan memanfaatkan bahan-bahan makanan yang tersedia di kulkas yang sempat dibeli Fefri sebelum ia mudik. Sedangkan Eva, ia bersedia mengantar saya wira-wiri selama saya di Yogya, kebetulan dia juga sudah libur kuliah. Selama saya berada di sana, awalnya hanya teman-teman kos Fefri saja yang tahu. Naasnya, pas hari terakhir saya tidak bisa membuka pintu garasi dan minta tolong sama ibu kosnya, disitulah si ibu kos tahu keberadaan saya. Saya kira si Fefri/Kiki sudah bilang sama si ibu tapi sepertinya belum karena si ibu malah menginterogasi saya. Untungnya saja hari itu saya terakhir di yogya dan keesokan harinya saya pun capcus dari rumah kos itu. Hihi….
Ini nih pengalaman yang baru saja saya alami beberapa waktu lalu. “Alamat Palsu?” sempat terlintas dalam pikiran saya saat pergi ke Bandung beberapa waktu lalu untuk menemui seseorang yang tak saya kenal sebelumnya. Alamat yang tidak jelas di tambah handphone si empunya rumah yang susah dihubungi membuat saya harus menahan malu ketika salah memasuki rumah orang untuk beberapa kali. Saya juga merasa bersalah dengan supir travel yang mengantarkan saya dan beberapa penumpang lain yang juga belum diantar. Saya telah membuat mobil travel itu putar-putar selama satu jam lamanya hanya untuk mencari alamat rumah yang saya tuju. Mau bagaimana lagi, saya bingung dan takut. Si supir dan penumpang lain juga mungkin juga nggak tega dengan nasib saya. Akhirnya saya putuskan untuk turun di minimarket terdekat. Saya segera menelepon Lutfi teman saya yang lain dan memintanya untuk menjemput saya. Saya pun akhirnya menginap di kosnya untuk semalam, baru keesokan harinya pagi-pagi sekali Lutfi mengantar saya mencari alamat yang saya tuju. Ternyata, rumahnya sangat dekat dengan kos Lutfi itu dan semalam saya juga sempat melewati rumah itu.